Dompet Dhuafa Pilih Pembungkus Nonplastik untuk Kurban, Langkah Nyata Kurangi Sampah Plastik

Oleh : Nata Kesuma | Minggu, 16 Juni 2024 - 12:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Lembaga Kemanusiaan Dompet Dhuafa selalu konsisten dalam distribusi daging kurban dari tahun ke tahun menggunakan pembungkus nonplastik. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas daging kurban sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari sampah yang sulit didaur ulang.

Bobby P. Manullang, Ketua Tebar Hewan Kurban (THK) 2024 dalam rilis (15/06), menjelaskan bahwa dalam pendistribusian daging kurban ke rumah-rumah di pelosok, Dompet Dhuafa menggunakan daun pisang sebagai pembungkus. "Kemasan makanan tradisional seperti daun pisang bukan hanya berfungsi melindungi isinya dari debu, tetapi juga memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kebersihan dan kepraktisan," ujar Bobby.

Chiki Fawzi, seorang musisi yang aktif mendukung kegiatan kemanusiaan, juga berbagi pengalamannya saat ikut serta dalam distribusi hewan kurban di daerah pelosok. "Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus tidak hanya praktis, tetapi juga memberikan aroma khas pada daging, menambah kenikmatan ketika dimasak," ujarnya.

Untuk distribusi daging kurban yang akan dikirim ke luar negeri, Muhammad Maik Jovial Dien, Representatif of Indonesia for Hayat Yolu Dernegi, menyatakan bahwa Dompet Dhuafa mengikuti standar Internasional dengan menggunakan kemasan kaleng. "Penggunaan kaleng memastikan daging kurban tetap terjaga kualitasnya selama proses pengiriman dan penyimpanan, sesuai dengan standar internasional yang berlaku," jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa untuk terus berinovasi dalam menjaga kualitas bantuan yang diberikan sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menggunakan pembungkus nonplastik, Dompet Dhuafa berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →