Kian Prospektif, Jababeka Raup Penjualan Rp 1,6 Triliun
INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Kawasan Jababeka Tbk (KIJA) mencatat pertumbuhan penjualan dan pendapatan konsolidasi selama semester pertama tahun ini sebesar Rp1,616 triliun atau lebih tinggi 19% dari Rp1,36 triliun periode serupa tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/8).
Kata Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda, pertumbuhan ini terutama didorong oleh pilar bisnis land development & property dan infrastruktur dengan peningkatan penjualan masing-masing 20% dan 19%. Dirinya menambahkan, capaian tersebut sebagian besar berasal dari kontribusi penjualan Kendal Industrial Park yang meningkat menjadi Rp246,8 miliar selama semester pertama tahun lalu, dari Rp29,4 miliar kurun waktu serupa tahun kemarin.
Pada periode yang sama, kontribusi pendapatan dari pembangkit listrik meningkat 23% dari Rp619,9 miliar per Juni 2016 menjadi Rp765 miliar pada semester pertama tahun ini. Hal ini didukung oleh pembangkit listrik beroperasi pada kapasitas penuh selama paruh pertama tahun ini. Adapun total pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur perseroan (pembangkit listrik, pelabuhan kering, dan penyediaan serta pengelolaan air bersih dan limbah) menyumbang 60% dari total pendapatan pada semester pertama tahun ini.
Sayangnya, laba bersih KIJA selama enam bulan pertama tahun ini turun 32% atau menjadi Rp218,9 miliar. Kondisi ini dipicu oleh adanya keuntungan selisih kurs sebesar Rp158,8 miliar pada semester pertama 2016 yang jauh lebih besar dari periode saat ini atau tercatat sekitar Rp28,5 miliar.”Jika keuntungan selisih kurs tersebut tidak diperhitungkan, maka sebenarnya laba bersih perseroan untuk semester pertama ini meningkat 18% dari Rp161,9 miliar menjadi Rp190,4 miliar," ujarnya.
Tahun ini KIJA menargetkan perolehan prapenjualan sebesar Rp2 triliun atau meningkat dari realisasi tahun lalu sebesar Rp1,56 triliun.”Tahun lalu pra penjualan dimotori oleh lahan di Kendal, Jawa Tengah. Hal itu sesuai dengan rencana perusahaan yang tengah gencar membangun infrastruktur di sana dengan pinjaman US$20 juta dari Standard Chartered Bank," kata Muljadi Suganda.
Sebagai informasi, pengembang kawasan industri sangat optimistis prospek penjualan lahan tahun 2017 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Para pengembang yakin bisa mencapai target yang telah ditetapkan masing-masing perusahaan tahun ini. Optimisme pengelola kawasan industri ini didukung dengan meningkatnya pencapaian pra penjualan selama semester pertama tahun lalu dan permintaan investor akan lahan industrijuga terus bertambah.