PEFINDO angkat Heru Djojo Adhiningrat dan Muhammad Syahid sebagai Komisaris

Oleh : Wiyanto | Jumat, 31 Mei 2024 - 15:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-Jakarta-Pemegang Saham PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2024 di Jakarta menyetujui pengangkatan Heru Djojo Adhiningrat dan Muhammad Syahid sebagai Komisaris PEFINDO untuk periode jabatan 2024 sampai dengan 2028.

Heru dan Muhammad Syahid menggantikan Bambang Indiarto dan Iman Firmansyah yang telah habis periode jabatannya sebagai komisaris di tahun 2024 ini. Heru bukan nama baru di pasar modal. Saat ini masih menjabat Komisaris di PT KISI Asset Management, selain itu pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan Direktur di PT Danareksa (Persero), sebelumnya juga pernah memegang posisi Wakil Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk, Direktur Utama PT CIMB GK Securities Indonesia dan Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas.

Sedangkan Muhammad Syahid, sebelummya pernah menjabat beberapa posisi sebagai Komisaris pada PT Tugu Insurance, PT Tugu Pratama Interindo, PT Pratama Mitra Sejati dan Direktur pada PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, serta VP Subsidiary & Joint Venture Management PT Pertamina (Persero), Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy, dan VP Management Accounting PT Pertamina (Persero).

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Direksi PEFINDO yaitu Hendro Utomo sebagai Direktur Pemeringkatan dan Ign. Girendroheru sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko untuk periode 2024 sampai dengan 2028.

Dengan demikian susunan Dewan Komisaris dan Direksi PEFINDO adalah:

Dewan Komisaris:

1. Darsono, Komisaris Utama

2. Heru Djojo Adhiningrat, Komisaris

3. Muhammad Syahid, Komisaris

4. Ritesh Maheshwari, Komisaris

Direksi:

1. Irmawati, Direktur Utama

2. Hendro Utomo, Direktur

3. Ign. Girendroheru, Direktur

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →