Provinsi Kalimantan Utara Alami Deflasi 0,27 Persen

Oleh : Ridwan | Selasa, 01 Agustus 2017 - 17:44 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Samarinda- Sejumlah harga kebutuhan pokok di Provinsi Kalimantan Utara pada Juli 2017 mengalami penurunan harga atau berdeflasi 0,27 persen.

Terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 141,84 pada Juni 2017 menjadi 141,45 pada Juli 2017, kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Selasa (1/8/2017)

Deflasi di Kaltara terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran dengan perubahan terendah di kelompok transportasi dan komunikasi yang minus 5,62 persen.

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan. Ada pula kelompok yang tidak mengalami perubahan, seperti kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

Untuk kelompok yang mengalami kenaikan harga (inflasi) adalah bahan makanan yang naik 1,33 persen antara lain disumbang oleh padi, umbi, dan hasilnya yang naik 0,12 persen, ikan segar berinflasi 2,04 persen, dan bumbu-bumbuan mengalami inflasi mencapai 8,57 persen.

Sementara subkelompok yang mengalami deflasi dari kelompok bahan makanan di Kaltara antara lain daging dan hasilnya turun 3,97 persen, ikan diawetkan minus 0,80 persen, telur, susu, dan hasilnya minus 0,81 persen, dan sayur-sayuran minus 1,40 persen.

Kemudian kelompok perumahan berinflasi 0,01 persen, yakni disumbang oleh biaya tempat tinggal turun 0,01 persen, bahan bakar, penerangan, dan air naik 0,06 persen, perlengkapan rumah tangga naik 0,08 persen, dan penyelenggaraan rumah tangga turun 0,15 persen.

Untuk kelompok sandang berinflasi 0,03 persen dengan rincian sandang laki-laki tidak mengalami perubahan harga, sandang wanita naik 0,07 persen, sandang anak-anak naik 0,12 persen, sandang lain dan barang pribadi minus 0,19 persen.

Pada kelompok kesehatan berinflasi 0,05 persen, yakni disumbang oleh sub perawatan jasmani dan kosmetik yang mengalami inflasi 0,11 persen, sementara untuk subkelompok lainnya tidak terjadi perubahan harga.

Jika dilihat semua kota di Kalimantan yang telah ditetapkan menjadi patokan IHK, lanjutnya, maka inflasi tertinggi pada Juli 2017 terjadi di Kota Samarinda yang mencapai 0,60 persen, disusul Banjarmasin berinflasi 0,48 persen, Tanjung berinflasi 0,28 persen, dan Singkawang 0,14 persen.

Untuk kota yang berdeflasi tertinggi di kalimantan terjadi di Balikpapan yang minus 0,52 persen, diikuti Palangkaraya minus 0,39 persen, dan Kota Pontianak berdeflasi 0,24 persen, kata Habibullah. (Ant)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →