Perdagangan Saham di Bursa Wall Street Berakhir di Zona Merah

Oleh : Hariyanto | Selasa, 27 Februari 2024 - 09:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah. Pasar menunggu rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS periode Januari, Kamis lusa. 

Antusiasme pasar akan semakin melemah jika data tersebut menunjukkan tekanan harga tidak cukup cepat mereda setelah data harga konsumen dan produsen yang secara mengejutkan tetap kuat. 

Dikutip dari Ipotnews, laporan mengenai pesanan barang tahan lama, kepercayaan konsumen, dan aktivitas manufaktur juga akan dirilis pekan ini.

Membantu mengangkat Nasdaq adalah lonjakan saham Micron Technology yang mendorong indeks semikonduktor Philadelphia melaju lebih dari 1%. Namun harga saham induk usaha Google, Alphabet, terjungkal lebih dari 4% setelah mengumumkan rencana untuk meluncurkan kembali AI tool-nya dalam beberapa minggu ke depan, setelah dihentikan sementara minggu lalu. 

Domino's Pizza melejit hampir 6% setelah melampaui ekspektasi Wall Street untuk penjualan kuartalannya. Intuitive Machines longsor 34,6%.

Dow Jones Industrial Average turun 0,16% (-62,30 poin) di 39.069,23.

S&P 500 kehilangan 0,38% (-19,27 poin) menjadi 5.069,53.

Nasdaq Composite Index berkurang 0,13% (-20,57 poin) di 15.976,25.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir terperosok, dipimpin penurunan sektor pertambangan. Investor bersiap untuk rilis laporan inflasi sepanjang pekan ini, untuk mendapatkan petunjuk kebijakan suku bunga bank sentral utama, termasuk ECB. 

Pengambil kebijakan ECB, Yannis Stournaras, mencatat "waktu optimal" untuk pemotongan pertama mungkin terjadi pada akhir semester pertama jika inflasi terus melambat dan data upah mendukung.

Indeks STOXX 600 turun 0,37% menjadi 495,43, dipimpin kejatuhan saham sumber daya dasar yang anjlok 2,1%. Saham teknologi naik 0,4%, dipimpin lonjakan 6,5% pada pemasok suku cadang pembuat chip, BE Semiconductor Industries. 

Indeks DAX Jerman mencapai rekor baru  intraday  dan penutupan tertinggi, didorong lonjakan 2,8% saham perusahaan pertahanan Rheinmetall. Zealand Pharma melambung 35,7. Kinnevik Swedia dan Tele2 melesat 5,4% dan 5,3%. HelloFresh ronotk 11,8%.

DAX 40 Jerman naik tipis 0,02% (3,90 poin) menjadi 17.423,23.

FTSE 100 Inggris berkurang 0,29% (-21,98 poin) ke 7.684,30.

CAC 40 Prancis turun 0,46% (-36,86 poin) ke posisi 7.929,82.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →