Dampingi Jokowi Buka IIMS 2024, Menko Airlangga Beberkan Insentif Mobil Hybrid

Oleh : Ridwan | Kamis, 15 Februari 2024 - 11:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif untuk pembelian mobil hybrid atau hybrid electric vehicle (HEV). 

"Jadi tadi pembicaraan antara industri dengan bapak Presiden Jokowi itu meminta ada insentif hybrid. Dan ini akan kita kaji," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan seusai mendampingi Presiden Jokowi membuka gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2).

Meski demikian, Menko Airlangga belum bisa menyebutkan lebih jauh terkait skema insentif pembelian mobil hybrid tersebut.

Menurut Airlangga, penjualan mobil hybrid di Tanah Air saat ini memang jauh lebih tinggi dari electric vehicle (EV). 

"Sehingga hybrid menjadi solusi intermediate atau solusi menengah," jelas Airlangga.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang periode Agustus 2023, total penjualan mobil hybrid yang sudah dibukukan mencapai 7.139 unit. Angka ini tumbuh 24,6 persen dibanding satu bulan sebelumnya atau Juli 2023 (5.725 unit).

Sebelumnya, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy berharap insentif bagi mobil hybrid bisa segera diterapkan agar pasar semakin luas.

"Saat ini kita masih menunggu dan kita cukup yakin bahwa hybrid ke depan bisa didukung juga. Karena di negara lain Thailand mereka mendukung BEV dan hybrid, sebab semuanya bertujuan untuk mengurangi emisi, mengurangi kebutuhan BBM, jadi ini baik bagi masyarakat pemerintah dan untuk kita juga,” ucap Anton, saat ditemui di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Thailand sudah memberikan subsidi mobil listrik dengan proporsi yang mengacu pada besaran kapasitas baterai kendaraan. Nilai insentif yang diberikan berkisar Rp 30 jutaan sampai Rp 66,8 juta per unit mobil. 

Menariknya, mereka tidak membatasi jenis atau tipe mobil listrik dimaksud. Jadi, baik mobil hybrid maupun PHEV bisa mendapatkannya.

Selain itu, Pemerintah Thailand pun memberikan subsidi pajak untuk mobil listrik termasuk pengurangan cukai pajak jalan dan pajak impor.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →