IHSG Dibuka pada Posisi 5.822

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 28 Juli 2017 - 10:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada posisi 5.822. Pada pukul 09:15 waktu JATS, IHSG terpantau di level 5.815, turun 0,1% atau 5 poin dibandingkan posisi pada sesi penutupan perdagangan kemarin di level 5.820. Terdapat 107 saham mengalami kenaikan harga, 377 saham turun, 113 saham stagnan dan 279 saham belum ditransaksikan.

Total nilai-jual beli saham tercatat sebesar Rp538 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,04 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp30 miliar dengan volume penjualan bersih (net selling volume) sebanyak 1 juta unit saham.

Sebanyak lima dari 10 indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,97% atau 13,38 poin ke posisi 1.368. Kemudian disusul oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor manufaktur yang masing-masing tergerus 0,51% dan 0,47%. Sementara itu, indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,37% atau 5,46 poin ke posisi 1.482.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada pagi ini adalah saham PT Matahari Putra Prima Tbk (LPPF) yang harganya susut 3,3% atau Rp425 menjadi Rp12.575 per unit, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya tergerus 2,1% atau Rp50 menjadi Rp2.340 per unit dan saham PT PP Properti Tbk (PPRO) yang harganya turun 1% atau Rp2 menjadi Rp208 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya naik 3% atau Rp10 menjadi Rp338 per unit, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya meningkat 1,5% atau Rp2 menjadi Rp133 per unit dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang harganya terangkat 1,1% atau Rp325 menjadi Rp29.275 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →