Penyesuaian Tarif Listrik dan BBM Perlu Dicermati untuk Mengurangi Dampak Negatif

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 27 Juli 2017 - 16:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penyesuaian tarif listrik dan bahan bakar minyak (BBM) hendaknya dilakukan pemerintah pada momen yang tepat sehingga tidak berdampak signifikan terhadap laju inflasi.

“Dengan demikian, laju inflasi nasional yang ditargetkan 3-5% secara year-on-year (yoy) pada 2017 dan 2,5-4,5% pada 2018 dapat tetap dipertahankan dan aman terkendali,” ujar Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), ketika membuka Rakornas Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Kamis (27/07/2017).

Agus mengemukakan, pemerintah perlu mencermati penyesuaian harga BBM di pasar domestik agar dapat mengurangi dampak negatif yang timbul akibat kebijakan tersebut. Tekanan laju inflasi yang berasal dari tarif BBM atau termasuk tarif yang diatur regulator (administered prices) telah menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) sepanjang periode semester pertama 2017.

“BI memahami kebutuhan pemerintah untuk melakukan penyesuaian subsidi BBM, agar kondisi fiskal pemerintah lebih memadai,” tukas Agus.

Agus mengungkapkan, BI dan pemerintah melakukan koordinasi untuk mengurangi dampak tekanan inflasi akibat bergejolaknya harga bahan makanan (volatile foods) guna mengkompensasi tekanan laju inflasi. Per Juni 2017, laju inflasi tahunan untuk "volatile foods" tercatat 2,17% dibandingkan per Juni 2016.

Agus menuturkan, BI, pemerintah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur nasional sesuai rencana di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Selanjutnya, demikian Agus, pemerintah perlu menjaga pasokan pangan melalui pengaturan produksi dan tata kelola kelembagaan yang baik. Disamping itu, BI dan pemerintah, termasuk TPID, agar dapat terus mengembangkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sehingga dapat memberikan informasi akurat mengenai harga pangan.

Agus juga mengatakan laju inflasi nasional sepanjang Januari-Juni 2017 tercatat 2,38% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka inflasi itu mengindikasikan laju Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terkendali.

“Inflasi Harga Konsumen per Juni 2017, termasuk selama periode Lebaran 2017, merupakan yang terendah dibandingkan di periode sama selama enam tahun terakhir,” pungkas Agus. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →