PILM di Kutai Kartanegara Dibuka Kepala Perpusnas, Pemprov Kaltim Tegaskan Komitmennya Dorong Peningkatan Literasi

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 11 November 2023 - 22:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kutai Kartanegara, Kaltim - Dalam Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, diungkap komitmen Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mendorong peningkatan literasi.

Keseriusan itu dibuktikan dengan membangun 43 unit pojok baca di seluruh Kaltim, termasuk di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. 

Bahkan, jumlah unit yang sama juga akan diberikan pada 2024 mendatang agar masyarakat berkesempatan mendapatkan akses informasi dan pengetahuan yang sama.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, turut mengingatkan bahwa peran penting literasi untuk meningkatkan kualitas hidup. 

"Literasi harus dipahami bukan sekedar kemampuan baca tulis tapi juga kemampuan memahami informasi dan keterampilan serta aspek lain yang diperlukan dalam kehidupan," kata Sekda Kukar .

Dengan literasi yang kuat, masyarakat akan mampu mengakses informasi yang berkualitas, menghasilkan keputusan yang bijak, tangguh, dan berakhlak sesuai tujuan dari pembangunan nasional dan daerah. 

Dalam sesi talk show PILM, pengurus daerah organisasi Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (PD-GPMB) Kaltim menegaskan gerbang menuju peningkatan indeks literasi adalah dengan membaca. Apalagi nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) Kaltim masih tergolong sedang (46,27). 

“Selain nilai TGM-nya yang sedang, infrastruktur dan pemerataan koleksinya pun dirasa masih kurang,” terang Sekretaris PD GPMB Kaltim Taufik.  

Dalam sambutannya, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengungkapkan pentingnya satu daerah memiliki inovasi, daya saing dan kemandirian.

“Kenapa Belanda sanggup menjajah Indonesia karena masyarakatnya saat itu masih kurang pemahaman terhadap ilmu pengetahuan, kurang daya inovasi, dan kurang permodalan,” kata Kepala Perpusnas.

Sudut pandang lain disampaikan Pustakawan Utama Perpusnas Sri Sumekar dalam melihat dinamika pertumbuhan literasi di Kabupaten Kukar. 

Menurutnya, sebaiknya pemerintah Kukar wajib memerhatikan lima aspek besar dalam peningkatan literasi, antara lain pemerataan layanan, jumlah koleksi bacaan yang tersedia, tenaga pustakawan yang ada, tingkat kunjungan pemustaka, dan perpustakaan yang berstandar. 

“Kita jangan jadi bangsa yang buta karena ketidaktahuan karena malas membaca,” jelas Sri.