IHSG Diprediksi Lanjutkan Kenaikan ke Titik Resistensi 5.870

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 25 Juli 2017 - 08:58 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal melanjutkan tren kenaikan ke titik resistensi terdekatnya di level 5.870 setelah kemarin mengalami kenaikan ke posisi 5.801.

“Sejauh ini, pergerakan IHSG tampaknya masih terhambat oleh para pelaku pasar yang masih melakukan aksi jual untuk menekan indeks ke titik support di posisi 5.745,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Akan tetapi, demikian Yuganur, sebagian pelaku pasar yang masih mau memborong saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan masih menjadi sentimen positif bagi prospek pergerakan indeks kedepan.

Yuganur menjelaskan, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada perdagangan hari ini, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Timah Tbk (TINS).

Yuganur menuturkan, secara teknikal, BNLI, ASII dan LPKR saat ini sedang mengalami pola perbaikan tren harga untuk jangka pendek dan menengah. Karena itu, kondisi tersebut sangat baik dimanfaatkan untuk mengakumulasi ketiga saham tersebut. Pasalnya, harga BNLI diperkirakan dapat mencapai kisaran Rp720-740 per unit. Sementara ASII dan LPKR masing-masing berpotensi naik ke rentang harga Rp8.550-8.850 per unit dan Rp730-760 per unit.

“Penurunan harga komoditas di pasar global ke level terendah dalam 10 tahun terakhir ini yang membuat valuasi sektoralnya menjadi cukup murah, membuat TINS menjadi menarik untuk diakumulasi untuk jangka menengah. Harga produsen timah berstatus BUMN ini diperkirakan dapat bergerak pada kisaran Rp775-795 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →