Menhub Minta Dishub DKI Kembangkan 17 Titik TOD

Oleh : Ridwan | Senin, 24 Juli 2017 - 07:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Terkait dengan kegiatan integrasi antarmoda yang menjadi konsep konektivitas di perkotaan, Menhub meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengembangkan 17 titik Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Jabodetabek.

Tujuh belas titik TOD yang dikembangkan adalah Stasiun Depokbaru, Stasiun Pasarminggu, Stasiun Durenkalibata, Stasiun Cawang, Stasiun Tebet, Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Stasiun Sudirman, Stasiun Karet, Stasiun Tanahabang, Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran, Stasiun Juanda, Stasiun Cikini, Stasiun Jakartakota, Stasiun Grogol, dan Stasiun Klender.

"Ada suatu eskalasi kenaikan penumpang yang menggunakan antarmoda antara kereta api dengan Transjakarta dari 25.000 penumpang menjadi 37.000 penumpang. Untuk itu saya minta Dishub DKI Jakarta untuk menyelesaikan TOD dalam dua minggu kedepan," jelas Menhub, Minggu (23/7/2017)

Menhub menambahkan jika TOD ini berjalan dengan baik akan membuat perpindahan penumpang menjadi lebih efisien.

"TOD atau manajemen lalu lintas ini harus digarap secara baik. Saya ingin penumpang dari satu moda ke moda lain movementnya efisien. Oleh karenanya kita ada 17 titik di seluruh Jakarta yang akan kita kembangkan, kita detailkan supaya konektivitas antar moda terutama antara TransJakarta dan KRL jadi lebih bagus. Baru nanti kita berpikir ke moda-moda yang lain," terang Menhub kepada awak media.

Lebih lanjut beberapa persiapan penunjang stasiun telah dilakukan diantaranya pembuatan underpass agar penumpang atau warga sekitar stasiun tidak melewati jalur kereta api untuk menyeberang.

Turut hadir dalam kunjungan Menhub diantaranya Kepala BPTJ Bambang Prihartono, Kepala Badan Litbang Perhubungan Umiyatun Hayati, Staf Ahli Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Perhubungan Prasetyo Buditjahjono, Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Ansyah, Direktur Utama PT.KAI (Persero) Edi Sukmoro, Direktur Utama PT.KCJ Muhammad Nurul Fadhila.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →