Pemerintah Harapkan Afsel Jadi Pintu Masuk Produk Indonesia

Oleh : Ridwan | Sabtu, 22 Juli 2017 - 11:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Johannesburg - Pemerintah mengharapkan Afrika Selatan bisa menjadi pintu masuk produk-produk asal dalam negeri, khususnya untuk negara-negara di kawasan Afrika yang tergabung dalam Southern African Custom Union (SACU).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasioal Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan bahwa Afrika Selatan merupakan negara terbesar yang tergabung dalam SACU. SACU beranggotakan lima negara yakni Botswana, Lesotho, Namibia, Swaziland dan Afrika Selatan.

"Indonesia melihat Afrika Selatan sebagai pusat investasi, perdagangan dan juga pintu gerbang untuk mengakses pasar Afrika. Khususnya, untuk membuka kerja sama perdagangan dengan negara anggota SACU," kata Arlinda, saat memberikan sambutan pada Indonesia-South Africa Business Forum, di Johannesburg, Kamis waktu setempat. (20/7/2017)

Sejauh ini, hubungan perdagangan Indonesia dan Afrika Selatan masih terkendala adanya pengenaan tarif impor yang tinggi. Bea masuk impor di Afrika berkisar 20-40 persen, hal tersebut tentunya mengurangi daya saing produk dalam negeri karena tidak mendapatkan perlakuan yang wajar.

Pemerintah berencana membuka opsi dan mendalami adanya kemungkinan untuk menyepakati Preferential Trade Agreement (PTA) guna menyelesaikan masalah tersebut, baik dengan Afrika Selatan meupun juga dengan negara-negara anggota SACU.

"Saya yakin, penurunan tarif menjadi salah satu aspek yang dapat meningkatkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan. Demikian pula dengan negara-negara anggota SACU," ujar Arlinda.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →