UNJ Gandeng IUMW Malaysia Tingkatkan Mutu Guru IPS di Jakut dan Kepulauan Seribu
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dengan International University of Malaya-Wales (IUMW) melakukan peningkatan Guru IPS di Wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Pelatihan itu bertempat di SMPN 143 Cilincing pada 13-14 Juli 2023. Kegiatan yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian masyarakat dengan mengangkat judul “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Modul Ajar dan Asessmen Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka”.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara Drs. Purwanto, M.Pd. Menurut dia peningkatan mutu guru sangat perlu agar kompetensi guru terus meningkat.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru baik dari sisi merdeka belajar maupun pemahaman sumberdaya alam yang ada disekitar sekolah sebagai bahan ajar dalam pembelajaran siswa," ujar Dr. Dian Alfia Purwandari M.Si sebagai ketua kegiatan.
Kegiatan dilakukan secara sinkron dan asinkron. Pelaksanaan secara sinkron diawali dengan materi Assesmen Pembelajaran Non Kognitif, Menggali Bakat, Minat Dan Gaya Belajar Peserta Didik oleh Prof. Mimi Fitriana Zaini, M.Hs. Ph.d dari IUMW.
Menurutnya trilogy pendidikan sangat penting, antara sekolah, orang tua, dan siswa, sehingga ketiganya saling mendukung dalam penguatan kognitif dan non kognitif. Selain itu, keselarasan dalam IQ dan EQ dapat menghasilkan kesuksesan seorang anak.
Pada sesi lainnya adalah materi penguatan modul ajar berbasis lingkungan. Sebagaimana peserta pelatihan adalah para guru IPS yang berlokasi di sekolah yang tak jauh dari pesisir dan laut maka penguatan modul ajar memprioritaskan pada kearifan lokal sekolah. Sesi tersebut disampaikan secara panelis oleh Shahibah Yuliani, S.Sos.,M.Pd dan Dr. Dian Alfia Purwandari, M.Si.
Pemberian materi dimulai dengan pemetaan pengetahuan awal tentang Kurikulum Merdeka. Shahibah menganggap bahwa modul perlu dibuat dengan melihat karakteristik dan lingkungan sekolah murid.
Selain itu, pembelajaran perlu dirancang berpusat pada murid melalui diferensiasi learning. Kemudian, sebagai penguatan modul, dilanjutkan dengan pemahaman sumberdaya alam yg ada di laut dan pesisir sebagai sumber referensi dalam merancang modul ajar berbasis Lingkungan.
“Sumberdaya alam laut perlu kita kenalkan sejak dini dan murid dapat secara kritis memanfaatkan sumber alam yang memiliiki nilai ekologis maupun ekonomis, seperti mangrove misalnya”. Imbuh Dian.