Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Bone Diresmikan, Bupati Fahsar Minta Buku-Buku Dengan Kearifan Lokal
INDUSTRY.co.id - Bone, Sulsel - Setelah beberapa daerah, kini giliran Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang mendapatkan gedung perpustakaan umum baru. Gedung yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat itu dianggap sebagai rencana strategis untuk kemajuan literasi di berbagai daerah.
Kabupaten Bone patut bersyukur karena selain bantuan pembangunan gedung perpustakaan senilai Rp10 miliar, juga memperoleh stimulan mobil perpustakaan keliling, pojok baca digital (Pocadi), dan dukungan finansial kepada tujuh desa melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS).
Bupati Bone Fahsar M. Pandjalangi mengakui bahwa kehadiran perpustakaan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan literasi di wilayah Bone.
"Kami sedang menyusun program pengembangan kegiatan literasi yang sejalan dengan program Perpusnas," ujar Bupati.
Bupati Fahsar mengakui wabah gadget sudah merambah kemana-mana. Maka itu, Pemkab Bone berharap Perpusnas mau mensuplai buku- buku bacaan yang nantinya akan disalurkan ke desa-desa. Terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal (local wisdom) sehingga bisa mendorong semangat masyarakat untuk berinovasi memanfaatkan kearifan lokal yang ada di daerah mereka.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar mengatakan tidak ada negara yang maju dan modern tanpa budaya literasi yang kuat.
"Literasi menghasilkan masyarakat yang inovatif, kreatif, dan kompetitif. Kekuatan literasi memberikan dampak besar di berbagai sektor," ujarnya ketika meresmikan gedung perpustakaan umum Kabupaten Bone pada Sabtu, (17/6/2023).
Kehadiran perpustakaan, diharapkan Adin Bondar memberi banyak manfaat yang bisa didapat oleh masyarakat. Konsep literasi untuk kesejahteraan yang diusung perpustakaan seperti magnet yang mampu menarik banyak orang untuk terlibat aktif memperbaiki kualitas hidupnya.
"Ini bukti nyata dukungan perpustakaan mendukung budaya literasi," tambah Adin Bondar.
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly menegaskan Indonesia bukan rendah budaya baca melainkan akses terhadap bahan bacaan yang kurang.
"Dan pemahaman literasi jangan berhenti pada kemampuan membaca saja, tetapi juga dalam memahami suatu konteks bacaan, dan upaya mencari tahu informasi dari sumber yang akurat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pustakawan Utama Perpusnas Abdullah Sanneng mengatakan langkah langkah Perpusnas dalam meningkatkan literasi mayarakat merupakan mandatori yang disebutkan dalam UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Ini kemudian diejawantahkan dalam konsep pembangunan SDM unggul melalui lima tingkatan literasi," ucapnya.