Gelar Business Matching, Menperin Agus Bidik Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Senilai Rp250 Triliun

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 Maret 2023 - 16:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan transaksi sebesar Rp250 triliun pada penyelenggaraan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2023.

Penyelenggaraan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri dilaksanakan pada 15-17 Maret 2023 di Istora Senayan, Jakarta.

"Output dari Bussines Matching ketiga ini, kami targetkan realisasi, bukan komitmen pembelian produk dalam negeri," kata Menperin Agus di Jakarta (15/3).

Dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut, Menperin melaporkan, kegiatan Business Matching Tahal V ini dihadiri oleh 4.000 peserta dari perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perusahaan industri, badan usaha, dan asosiasi.

"Kegiatan Business Matching PDN tahap V ini dikemas dengan konsep One Stop Event yang terdiri dari Desk Business Matching, Penghargaan P3DN, Pameran Produk Dalam Negeri, Forum Komunikasi Tim P3DN, Pojok Konsultasi, serta Talkshow dan Bimbingan Teknis," terang Menperin Agus.

Menperin Agus menyampaikan, Business Matching 2023 juga akan mencakup terpetakannya kebutuhan barang pada pengadaan barang/jasa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD pada 2023.

Selain itu, tersosialisasikannya aturan penggunaan produk dalam negeri serta kemampuan hasil produksi dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

"Kami percaya bahwa acara Business Matching ini memiliki kontribusi yang tidak sedikit dalam membangun optimisme tersebut, ini memperlihatkan keberpihakan Pemerintah kepada iklim usaha dan kinerja industri nasional,” tandasnya.

Terakhir, Agus menyampaikan mengenai optimisme industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Agus menyebut, optimisme yang didukung oleh angka Indeks Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) industri manufaktur yang menurutnya dalam keadaan ekspansif selama beberapa bulan terakhir.

"Kami sangat percaya, program P3DN mempunyai konstribusi yang tidak dalam membangun optimisme pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Agus.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →