Gaspack Luncurkan Kometh, Platform Penerbitan Komik Digital Berbasis Web3; Penjualan Perdana Dekati 17.000 Kopi

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 14 Maret 2023 - 22:01 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gaspack, perusahaan teknologi rintisan berbasis Web3 di Asia Tenggara, baru-baru ini mengumumkan pendanaan Pra-Awal sebesar 7 digit yang dipimpin oleh eMerge, jaringan angel investor di bawah naungan MDI Ventures, dan Arise, serta turut didukung oleh 500 Global dan Tokoin.

 

Pendanaan ini menguatkan misi Gaspack untuk memberdayakan para kreator dan brand dalam ekonomi berbasis Web3 melalui peluncuran Kometh, platform penerbitan komik digital berbasis Web3, dan mengakuisisi kreator-kreator kelas dunia untuk menguatkan pengembangan kekayaan intelektual secara terdesentralisasi.

 

Gaspack telah tercatat berhasil mendukung 8 kreator meluncurkan proyek NFT dengan total Gross Transaction Volume (GTV) sebesar USD12 juta hanya dalam kurun waktu setahun. Perusahaan ini juga telah meluncurkan rilisan komik perdana yang berjudul “Garden Point” secara eksklusif di Kometh dengan penjualan yang hampir mencapai 17.000 kopi hanya dalam waktu 1,5 jam.

 

Karakter-karakter Garden Point diadaptasi dari Azuki, sebuah proyek NFT terkemuka, dan ditulis oleh Paul Jenkins - pemenang Eisner Award sekaligus penulis veteran berbagai rilisan Marvel Comics seperti Inhumans, Wolverine: Origins, dan Civil War.

 

Di bawah tangan dingin Paul Jenkins, Garden Point menghadirkan kisah yang mendebarkan dengan ilustrasi yang memukau. Peluncuran Garden Point juga menandakan upaya Gaspack dalam memimpin pengembangan kekayaan intelektual secara terdesentralisasi dalam dunia NFT yang terus berevolusi secara cepat.

 

Kometh dibangun Gaspack di atas blockchain dan memungkinkan penggunanya untuk tidak hanya membeli komik digital, tetapi juga mengoleksi, menghadiahkan, dan bahkan melakukan transaksi jual-beli komik digital. Pembelian komik dapat dilakukan dengan menggunakan dompet penyimpanan aset kripto non-custodial dalam mata uang ETH (Ethereum).

 

Kometh memungkinkan pemanfaatan NFT untuk mengakses komik yang bersifat token-gated. Di Kometh, pemilik NFT dapat mengakses komik yang merupakan turunan dari proyek NFT yang mereka dukung untuk mendapatkan beragam benefit dan bahkan potongan harga saat membeli rilisan yang akan datang, sekaligus berlangganan komik serta menerima informasi seputar rilisan terbaru dari kreator favorit.

 

CEO Gaspack, Novrizal Pratama, mengatakan, Kometh diciptakan untuk mendobrak batasan-batasan tradisional antara industri kreatif dengan para kreator. “Kami di Gaspack memiliki komitmen yang tinggi dalam memberdayakan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki para kreator. Dengan menempatkan mereka sebagai pusat dari segala inovasi yang kami lakukan, kami berusaha membukakan akses bagi mereka untuk berkarya, sekaligus memberikan peluang monetisasi karya melalui jaringan dan teknologi Web3,” jelasnya.

 

Novrizal menambahkan, Gaspack memiliki pasar audiens yang besar dan bersifat global, mulai dari negeri jiran seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.

 

Sementara itu, Reino Barack, pengusaha sekaligus angel investor dari eMerge - MDI Ventures, mengatakan, “Kometh membukakan banyak pintu bagi para kreator - misalnya para penulis yang baru merintis dan belum pernah meluncurkan karya mereka sendiri atau penulis berpengalaman yang ingin bereksperimen dengan ide-ide baru - sekaligus menguntungkan kolektor komik dengan adanya digitalisasi.

 

Pasalnya, demikian Reino, kepemilikan komik digital bersifat absolut dan kolektor komik tidak lagi perlu memikirkan perawatan kondisi komik yang biasanya diperlukan untuk komik fisik. Saya yakin Gaspack telah mengambil langkah yang tepat dengan meluncurkan Kometh.

 

Kometh hadir dengan memanfaatkan teknologi-teknologi Web3, khususnya NFT, untuk melindungi kekayaan intelektual, mengedepankan kepemilikan atas karya, dan membangun komunitas penggemar yang erat.

 

Kometh tidak hanya menawarkan cara baru bagi komunitas Web3 untuk bekarya sekaligus menikmati serta mengapresiasi karya tersebut, tetapi juga membawa inklusivitas dalam ruang Web3. Bersama Gaspack, kini para kreator memiliki peluang untuk mendistribusikan karya mereka secara langsung kepada para penggemar mereka.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →