Perpusnas Minta Kepala Daerah Pahami Pentingnya IKK Urusan Perpustakaan

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 08 Maret 2023 - 19:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar kegiatan Sosialisasi Pedoman Penyusunan IPLM, TGM, dan Bimtek Pegnukuran Indikator Kinerja KUnci Urusan Perpustakaan di Jakarta (8/3/2023).

Dalam kegiatan ini, terungkap bahwa pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) bukan hanya menjawab Indikator Kinerja Kunci (IKK) urusan perpustakaan. Tapi juga mengantarkan pada capaian yang ditargetkan pemerintah.

Sayangnya, belum banyak daerah yang paham kehadiran IKK dan formulasi pengukurannya.

"Kami menduga terjadi misleading. Artinya sebagian daerah tidak menurunkan target RPJMN ke dalam RPJMD, sehingga perhatian terhadap perpustakaan, budaya gemar membaca, dan literasi kurang maksimal," kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar.

Pengukuran IPLM dan TGM merupakan alat baku standar yang memudahkan dalam penyusunan pemetaan kondisi dan perkembangan jenis perpustakaan, kegemaran membaca masyarakat di daerah.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengakui alat ukur IPLM dan TGM masih terus dalam penyempurnaan agar daerah bisa melakukan praktik atau perhitungan secara mandiri.

"UNESCO hingga kini belum resmi mengeluarkan definisi alat ukur baku pembangunan literasi dan kegemaran membaca sehingga banyak terjadi perbedaan dalam metode atau cara mengukur IPLM dan TGM," ujar Syarif Bando.

Kepala Perpusnas menegaskan bahwa perpustakaan berperan strategis dalam mencapai tujuan bangsa. Dan dampak dari keberadaan perpustakaan tidak hanya pada aspek ekonomi tapi dari berbagai aspek.

Contohnya, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang hingga saat ini sudah memberikan dampak kesejahteraan kepada lebih dari 2 juta orang. TPBIS merupakan bentuk transfer knowledge (alih pengetahuan), paradigma baru perpustakaan yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar masyarakat, berpikir kreatif, dan inovatif.

Ketika masyarakat sudah dibekali pengetahuan ilmu terapan dan pembekalan praktik yang cukup, mereka diharapkan mampu melakukan kemandirian ekonomi yang membuka lapangan kerja.

Jadi, literasi bukan sekedar bisa baca-tulis tapi bagaimana pengetahuan, pengalaman, dan keahlian dengan proses pendampingan oleh perpustakaan bisa diaplikasikan secara mandiri dan berdaya guna bagi masyarakat.

"Negara yang memiliki literasi tinggi mempunyai income perkapita yang tinggi pula," tandas Kepala Perpusnas.

Sosialisasi Pedoman Penyusunan IPLM dan TGM dan Bimtek Pengukuran Indikator Kinerja Kunci Urusan Perpustakaan diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

 

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →