Ekspor Furnitur ke AS & Eropa Melemah, Kemenperin Bidik Pasar India, China Hingga Timur Tengah

Oleh : Ridwan | Kamis, 02 Maret 2023 - 12:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memulihkan kembali industri furnitur Tanah Air yang mengalami kontraksi sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut ditenggarai oleh gejolak perekonomian global yang mengalami penurunan, sehingga berimbas pada penundaan permintaan terhadap produk-produk furnitur karya anak bangsa.

"Untuk furnitur ini sebagian besar produk untuk ekspor dengan negara tujuan utama Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Sebagaimana diketahui, negara-negara tersebut kini pertumbuhan ekonominya melambat, sehingga importir di negara tersebut masih wait and see," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (2/3).

Dijelaskan Putu, pihaknya tengah mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan tersebut, salah satunya dengan diversifikasi negara tujuan ekspor lainnya seperti India, Timur Tengah, China dan negara-negara ASEAN.

"Kami secara nasional sedang mencari negara tujuan ekspor lainnya untuk produk-produk furnitur seperti India, China, Timur Tengah dan negara ASEAN. Ini sedang kami upayakan ke arah sana," terangnya.

Putu melihat potensi pasar dari negera-negara tersebut sangat potensial. Sehingga dirinya optimis dengan desain-desain yang unik buatan produsen dalam negeri sangat cocok dengan permintaan pasar negera-negera tersebut.

"Kalau saya melihat bangunan-bangunan perkantoran hingga hotel disana itu menggunakan produk-produk dengan kualitas yang sulit, sehingga itu sangat cocok dan industri dalam negeri bisa sesuaikan dengan desain yang mereka inginkan," papar Putu.

Meski demikian, dirinya mengakui bahwa dari segi harga memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan pasar AS dan Eropa.

"Kalau dari segi harga memang berbeda dengan AS. Jadi margin importir di India dan AS berbeda," tuturnya.

Dirinya berharap dengan peralihan negara tujuan ekspor dapat kembali memulihkan geliat industri furnitur Tanah Air.

"Diharapkan dengan peralihan negara tujuan ekspor ini produk-produk yang dulunya tujuan ke AS dan Eropa bisa masuk ke negara tujuan ekspor baru," ucap Putu.

Selain itu, lanjut Putu, pihaknya juga tengah mendorong permintaan pasar dalam negeri dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri baik untuk perkantoran dan sekolah untuk permintaan produk furnitur.

"Ini juga yang sedang kami upayakan mendorong permintaaan produk-produk furnitur untuk perkantoran dan sekolah," tutup Putu.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →