Menperin Minta SGMW Motor Jadikan Indonesia Hub Ekspor Produksinya Untuk Pasar Regional

Oleh : Ridwan | Selasa, 11 Juli 2017 - 21:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cikarang, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) hari ini meresmikan dan memulai proses produksi massalnya. Pabrik ini akan memproduksi Wuling Confero dan Confero S yang dijadwalkan peluncurannya pada bulan Agustus mendatang di tanah air.

Pabrik yang mulai dibangun pada tahun 2015 dengan nilai investasi sebesar Rp9 triliun di atas lahan seluas 60 hektar, sekitar 30 hektarnya dibangun sebagai supplier industrial park untuk industri komponen dalam negeri yang terintegrasi guna mendukung perakitan kendaraan yang akan diproduksi.

Menteri perindustrian, Airlangga Hartarto memberikan apresiasi terhadap penanaman modal yang dilakukan oleh PT SGMW Motor Indonesia. Perusahaan ini merupakan kerjasama dari tiga investor otomotif asing yaitu, SAIC Motor Corporation Limited, General Motor, dan Guangxi Automobile Group Co, Ltd.

"Dengan kapasitas produksi mereka sebesar 120 ribu unit per tahun tentunya meningkatkan kapasitas produksi nasional hingga mencapai 1,2 juta unit per tahun," ungkap Airlangga pada saat peresmian pabrik PT SGMW Motor Indonesia di Cikarang, Bekasi (11/7/2017).

Ia menambahkan, selain itu, Wuling Motor akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 3.000 orang. Kami pun mengapresiasi PT SGMW Motor Indonesia yang telah bekerjasama dengan SMK untuk mengirimkan 100 siswa kita ke Tiongkok dalam upaya mendukung proses produksi.

Selain itu, Airlangga meminta agar PT SGMW Motor Indonesia tidak hanya menyasar pada pasar dalam negeri saja, melainkan juga dapat menjadikan Indonesia sebagai export hub kendaraan produksinya untuk pasar regional sehingga meningkatkan penerima devisa negara.

Sekedar informasi, kapasitas produksi kendaraan roda empat akan mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada tahun 2017 atau naik dibandingkan produksi 1,1 juta unit di tahun 2016. Peningkatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan industri otomotif di ASEAN, setelah Thailand.

"Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," terang Menperin.

Airlangga berharap, industri otomotif Indonesia dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari dalam negeri. "Ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif khususnya baja, resin, karet sintesis, dan aluminium diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri pada tahun 2019," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →