Sampoerna Umumkan Inovasi dan Teknologi Terbaru Produk Bebas Asap, IQOS ILUMA

Oleh : Ridwan | Senin, 20 Februari 2023 - 22:55 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) memperkenalkan inovasi terbaru berbasis sains dan teknologi paling mutakhir untuk produk tembakau bebas asap yaitu, IQOS ILUMA yang akan diluncurkan terbatas di 10 kota besar di Indonesia.

Inovasi yang dikembangkan oleh perusahaan induk Sampoerna, Philip Morris International (PMI) ini disampaikan pada Paparan Publik Perseroan di Jakarta, Senin (20/2).

"IQOS ILUMA merupakan produk bebas asap berbasis sains kami yang paling inovatif dan merupakan produk unggulan dalM portofolio kami," kata Presiden Direktur Sampoerna, Vassilis Gkatzelis

Dikatakan Vassilis, Indonesia menjadi negara pertama untuk peluncuran IQOS ILUMA di Asia Tenggara. 

"Kami percaya , para perokok dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau seyogyanya memiliki akses terhadap inovasi dan teknologi paling mutakhir untuk alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan terus merokok," jelasnya.

IQOS ILUMA memanaskan batang tembakau yang menggunakan daun tembakau asli tanpa pembakaran. IQOS ILUMA dapat mengurangi paparan zat kimia berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90-95% lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok.

Terobosan teknogi mutakhir pada IQOS ILUMA adalah Smartcore Induction System yang memanaskan tembakau tanpa bilan pemanas tang terdapat pada IQOS generasi sebelumnya, sehingga perangkat ini menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten tanpa reside tembakau dan tanpa permu dibersihkan.

IQOS ILUMA secara eksklusif digunakan dengan batang tembakau dengan merek dagang Terea Smartcore Sticks.

"Inovasi terbaru ini merupakan bukti komitmen Sampoerna dan PMI terhadap penelitian dan pengembangan ilmiah untuk terus bertransformasi dan berinovasi dalam mengembangkan ragam portofolio tembakau inovatif bebas adap, termasuk IQOS," jelas Vassilis.

Saat ini produk bebas asap PMI telah tersedia di 73 pasar di seluruh dunia dan sekitar 17,8 juta konsumen dewasa di seluruh dunia telah beralih ke IQOS dan berhenti merokok. 

Sedangkan di Indonesia, IQOS sebelumnya telah diperkenalkan melalui skema uji pasar terbatas sejak tahun 2019 dan tersedia di 10 kota besar di Indonesia antara lain, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Balikpapan, dan Samarinda.

"Melalui peluncuran terbatas ini, kami perkenalkan tiga tipe perangkat yaitu, IQOS ILUMA, IQOS ILUMA ONE, dan IQOS ILUMA PRIME. Perangkat IQOS ILUMA digunakan secara eksklusif dengan batang tembakau Terea Smartcore Sticks yang tersedia 9 varian yang kesemuanya telah tersedia di bernagai gerak IQOS, serta IQOS.com," papar Vassilis.

Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 110 tahun, Sampoerna merupakan salah satu perusahaan dengan komitmen investasi berkelanjutan dengan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang di Indonesia, khususnya di ekosistem industri hasil tembakau.

Hingga saat ini, Sampoerna telah mempekerjakan lebih dari 65.800 karyawan langsung dan tidak langsung dengan 7 fasilitas produksi yang dioperasikan secara langsung termasuk pabrik produk bebas asap di Karawang, serta 38 mitra produksi sigaret yang dimiliki oleh pengusaha lokal di 28 kota/kabupaten di pulau Jawa.

"Sampoerna senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan utama kami. Namun, kami hanya akan dapat mencapai tujuan kami dengan menanamkan prinsip berkelanjutan dalam semua yang kami lakukan. Oleh karena itu, kami berupaya untuk mengintegrasikan  prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis dan aktivitas kami. Sebagai  bagian dari PMI, kami mengedepankan praktik terbaik dan pengetahuan global, serta sistem kelas dunia,” tandasnya.

Sebagai bagian dari perjalanan transformasi bisnisnya sejak 2008, PMI telah berinvestasi lebih dari USF 10,5 miliar dalM pengembangan, penelitian, produksi, pemasaran, dan inovasi berkelanjutan bagi produk tembakau inovatif bebas adap. 

Pengembangan ini melibatkan lebih dari 980 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung, termasuk dari Indonesia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →