Kinerja Bisnis Brokerage BRI Danareksa Sekuritas pada 2022 Lampaui Pertumbuhan Transaksi Brokerage di Pasar Modal

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 08 Februari 2023 - 19:43 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan anggota Holding BUMN Danareksa, mencatatkan pertumbuhan yang agresif pada lini bisnis brokerage pada 2022, atau melampaui pertumbuhan transaksi brokerage di pasar modal pada tahun yang sama.

 

Sepanjang 2022, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage secara industri di pasar modal RI yang hanya sebesar 10%.

 

Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Laksono Widodo, mengatakan, kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja bisnis institutional equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas yang signifikan yakni sebesar 133% dibandingkan dengan kenaikan di pasar sebesar 38%. Perusahaan juga mampu mempertahankan pertumbuhan pada bisnis retail equity brokerage meskipun pasar mengalami penurunan.

 

“Kenaikan kinerja yang memuaskan tersebut, kami harapkan dapat memantapkan posisi BRI Danareksa Sekuritas sebagai salah satu penyedia bisnis brokerage terbaik di pasar modal Indonesia,” ujar Laksono Widodo dalam siaran pers di Jakarta (08/02/2023).

 

Laksono mengatakan, selain performa positif  equity brokerage, dari sisi bisnis bond brokerage, Perseroan juga mencatatkan kenaikan kinerja signifikan sebesar 46% dibandingkan dengan pasar yang justru turun sebesar 7%. Hal tersebut didukung oleh nilai transaksi obligasi pemerintah (surat berharga negara) yang ditangani perusahaan yang naik sebesar 29%, dan nilai transaksi obligasi korporasi (corporate bond) yang naik signifikan sebesar 143%.

 

Berdasarkan data Bloomberg, di antara perusahaan sekuritas anggota bursa (AB) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pangsa pasar (market share) bond brokerage BRI Danareksa di 2022 naik 2,03% dan berhasil mempertahankan peringkat 1 untuk obligasi pemerintah.

 

Adapun market share BRI Danareksa Sekuritas untuk obligasi korporasi juga naik 7,30% yang membuat peringkat BRI Danareksa naik menjadi peringkat 2 dari yang sebelumnya peringkat 5 pada 2021.

 

 

Target 2023

Laksono mengatakan, pada 2023 ini, BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan jumlah nasabah sebesar 42% dan kenaikan jumlah transaksi sebesar 48% untuk bisnis ritel brokerage. Sementara untuk bisnis institutional brokerage, perusahaan menargetkan kenaikan transaksi sebesar 18%.

 

Menurut Laksono, salah satu program yang memiliki dampak baik terhadap kinerja perusahaan, khususnya kepada peningkatan transaksi  retail brokerage adalah program Undian Emas Logam Mulia yang terselenggara pada November dan Desember 2022, dengan total peserta sebanyak 15.000 peserta. Program tersebut  berdampak kepada naiknya jumlah transaksi sebesar 91% dan jumlah nasabah sebesar 102% pada akhir periode program, dibandingkan pada Oktober 2022.

 

Di sisi lain, berkat kinerja brokerage Perusahaan yang baik, BRI Danareksa Sekuritas juga mendapatkan apresiasi bergengsi sebagai Highly Ranked Best Domestic Brokerage in Indonesia dalam ajang penghargaan “33rd Annual AsiaMoney Brokers Poll 2022”.

 

Ini adalah ajang pemungutan suara yang diselenggarakan oleh salah satu media besar di Asia, AsiaMoney, yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyedia layanan brokerage terbaik di Asia, dengan melibatkan 3.000 institusi di Asia, Eropa dan Amerika Utara.

 

“Ke depan, untuk terus meningkatkan kinerja bisnis brokerage Perusahaan, kami tahun ini akan menyediakan program dan penawaran menarik khusus untuk nasabah dan klien setia BRI Danareksa Sekuritas,” imbuh Laksono. ***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →