Perputaran Uang Libur Nataru Diperkirakan Capai Rp 23,85 Triliun

Oleh : Ridwan | Jumat, 23 Desember 2022 - 10:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 berpotensi menggairahkan ekonomi di daerah, khususnya daerah yang mayoritas merayakan Natal dan daerah tujuan wisata di berbagai pelosok Tanah Air.

Sesuai data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan warga selama libur Nataru 2022 sebesar 16,35% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 44,7 juta orang. Angka tersebut meningkat dari tahun 2021 yang hanya mencapai 19,9 juta orang.

"Kenaikan ini akibat kebijakan pemerintah yang sudah memberikan kelonggaran atas perjalanan dan keuangan warga yang sudah kembali pulih, sehingga di akhir tahun sangat memungkinkan pulang kampung dan berwisata," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (23/12).

Tak hanya itu, tambah Sarman, jumlah perputaran uang selama libur Nataru diperkirakan mencapai Rp23,85 triliun, dengan asumsi jumlah penduduk yang melakukan mudik sekitar 44,7 juta atau setara dengan 11.925.000 keluarga.

"Jika setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp2 juta saja maka perkiraan perputaran uang mencapai jumlah tersebut diatas. Angka ini masih berpotensi lebih, namun kita ambil angka rata-rata yang paling moderat saja," tuturnya.

Menurut Sarman, angka tersebut akan sangat menggairahkan bisnis para pelaku usaha UMKM di darah uang tersebut akan berputar, seperti pembelian BBM, warung, restoran, penginapan, hotel, tempat wisata, sentra oleh-oleh, hingga keperluan perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Perputaran uang tersebut akan didominasi di daerah Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, dan sebagian lagi di luar Jawa seperti Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua, sebagian di Kalimantan dan Bali," terang Sarman.

Dengan perputaran uang tersebut, katanya, akan mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga di berbagai daerah yang akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal IV-2022.

"Sehingga target pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2022 dapat mencapai 5,01%, lebih rendah dari kuartal III-2022 sebesar 5,27%. Namun, akan mampu membawa pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2022 mencapai dikisaran 5,0 - 5,3%, sesuai yang diharapkan pemerintah," papar Sarman.

Oleh karena itu, lanjut Sarman, pihaknya mengapresiasi pemerintah dalam hal ini kolaborasi Kemenhub, BUMN, dan POLRI yang memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi mulai dari bus, terminal, kapal, pelabuhan, dermaga, bandara udara sampai jalan tol, sehingga warga yang melakukan perjalanan mendapat pelayanan tang maksimal, kenyamanan selama perjalanan sampai pulang kembali ke daerah asal.

"Kami juga menghimbau kepada warga yang melakukan perjalanan dan operator transportasi serta semua pengelola destinasi wisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga penyebaran virus Covid-29 tetap dapat dikendalikan untuk kelangsungan perekonomian dan kesehatan masyarakat," tutup Sarman.