Indonesia Respon Hijaukan Komplek Makam Pionir Transmigrasi

Oleh : kormen barus | Selasa, 20 Desember 2022 - 12:31 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Tabur Bunga dalam rangka Hari Bhakti Transmigrasi ke-72 di Komplek Makam Pionir Transmigrasi di Sukra, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).

Hadir dalam dalam kesempatan tersebut Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Eko Sri Haryanto, Staf Ahli Mendes PDTT bidang ekonomi lokal, Ansar Husein, Pejabat Kemendes PDTT, Persatuan Wredatama Transmigrasi, Dharma Wanita Persatuan dan undangan. Upacara dipimpin langsung oleh Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah tertinggal.

Mewakili Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Staf Ahli Bidang Ekonomi Lokal, Ansar Husen mengatakan, Tabur Bunga di Makam Pionir Transmigrasi ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada 11 Maret 1974.

"Kemudian mereka ditetapkan sebagai pionir pembangunan transmigrasi karena bagian dari transmigran pertama di Indonesia," kata Ansar.

Sebelumnya, proses revitalisasi Komplek Makam Pionir Transmigrasi di Sukra, Indramayu, Jawa Barat oleh Disnaker kabupaten Indramayu. Turut serta dalam pelaksaan kegiatan tersebut, Indonesia Respon support antara lain adalah penanaman pohon untuk penghijauan di sekitar area monumen pioner transmigrasi sebelum acara  tabur Bunga dalam rangka Hari Bhakti Transmigrasi ke-72. Selain itu, juga perbaikan penerangan di pendopo monument.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Indonesia Respon, Herie Marjanto menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa penghormatan kepada para pioner transmigran yang telah berkontribusi terhadap penyeimbangan sebaran penduduk, mempercepat lajunya pembangunan daerah.

“Sudah sepatutnya kita terinspirasi dengan perjuangan dan pengorbanan para pionir transmigrasi ini serta menjadikan teladan bagi kita semua untuk senantiasa siap berkorban untuk kepentingan bangsa dan NKRI tercinta ini,” katanya.

Untuk diketahui, 42 tahun silam atau tepatnya pada 11 Maret 1974, sebuah kecelakaan menimpa rombongan para transmigran asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Salah satu bus yang mereka tumpangi menuju lokasi Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbiya, Sumatera Selatan, tergelincir dan masuk ke sungai Kali Sewo, Desa Sukra, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 67 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Para korban meninggal dunia lantas dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak di lokasi kejadian. Lokasi tersebut lalu dikenal dengan Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi.

Turut hadir dalam Tabur Bunga itu Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi R Pramudiono, Plt Dirjen PPKTrans Rajumber Prihatin, PSM Ahli Utama RR Aisyah Gamawati, Pejabat Tinggi Pramata di lingkungan Kemendes PDTT, Muspida Kabupaten Indramayu, Herie Marjanto Founder Indonesia Respon.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Staf Ahli Mendes PDTT Ansar Husein, bahwa para transmigran yang meninggal dalam peristiwa tersebut, kemudian ditetapkan sebagai pionir pembangunan transmigrasi karena merupakan bagian dari transmigran pertama di Indonesia yang diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.

Memperingati peristiwa tersebut sekaligus sebagai penghormatan para pendiri pembangunan transmigrasi, dibangunlah monumen yang ada di area pemakaman khusus pionir transmigrasi sehingga dapat menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk selalu berjuang demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia yang maju.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →