Kemenkes Dirjen P2P, USAID Libatkan Rumah Sakit Adakan Sinergi Perkuat Sistem Informasi Identifikasi TBC
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sistem Informasi yang terintegrasi menjadi peran kunci dalam Identifikasi pasien tuberkulosis di Indonesia. Visi sistem informasi kesehatan terintegrasi SATU SEHAT dari Menteri Kesehatan dengan cara menghubungkan sistem informasi rumah sakit dengan sistem informasi TBC terus diupayakan, yaitu melalui sinergi kerja sama pihak swasta dan pemerintah guna upaya percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS., dalam sambutannya menyatakan, penyakit TBC dapat ditangani secara maksimal jika jajaran lintas sektor saling bersinergi dalam kerjasama.
"Penanggulangan TBC di Indonesia dapat kita tangani secara keseluruhan dengan dukungan dan sinergi lintas sektor, termasuk sektor kesehatan melalui rumah sakit yang memiliki jaringan luas di daerah, seperti keberadaan Siloam Hospitals dan rumah sakit swasta lainnya yang telah diakui kualitasnya secara medis. Penanganan ini pun perlu dukungan dari seluruh masyarakat", ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS., Jumat (16/12/2022) di Jakarta.
Wakil Direktur Kantor Kesehatan United States Agency for International Development, USAID untuk Indonesia, David Stanton mengatakan pada sambutannya
“Saat ini, penting untuk mengatasi masalah kasus TBC yang hilang — dan sektor swasta memainkan peran kunci dalam mendukung tujuan Indonesia untuk mengidentifikasi pasien TBC,” kata Wakil Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, David Stanton. “Sistem informasi kesehatan yang kuat sangat penting dalam memastikan bahwa semua pasien TBC dilaporkan dengan benar dan terhubung dengan pengobatan TBC yang berkualitas", kata David Stanton di Jakarta, Jum'at (16/12/2022).
Adapun Amerika Serikat, melalui USAID, mendukung visi sistem informasi kesehatan terintegrasi SATU SEHAT dari Menteri Kesehatan dengan cara menghubungkan sistem informasi rumah sakit dengan sistem informasi TBC. Sistem ini memungkinkan kasus TBC dilaporkan dan menerima pengobatan.
Sinergi Penanganan
Siloam Hospitals sebagai layanan kesehatan dengan 41 jaringan rumah sakitnya turut berkomitmen dalam sinergi kerjasama dari Kementerian Kesehatan dengan cara menghubungkan sistem informasi rumah sakit dengan sistem informasi TBC guna upaya percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia melalui Perjanjian Kerjasama Penguatan Implementasi Penanggulangan Tuberkulosis dengan Manajemen Big Chain Hospitals, salah satunya yaitu bersama Siloam Hospitals
Dikesempatan tersebut, Direktur Siloam Hospitals, Grace F. Indradjaja menyampaikan bahwa dari seluruh jaringan rumah sakit Siloam, pihaknya telah menangani lebih dari 3000 pasien tuberkulosis dan sejumlah 10.000 pasien tuberkulosis dalam penanganan rawat jalan.
"Secara teknis, masalah penanganan TBC yang paling banyak ditangani Siloam Hospitals adalah penanganan pada obat tbc, karena rata rata pasien tidak rutin melakukan konsumsi obat. Namun diharapkan dalam kerjasama ini, penguatan sistem akan ditingkatkan ", imbuh Grace.
Informasi Tuberkulosis
Penyakit tuberkulosis di Indonesia pada 2021 lalu dilaporkan terkonfirmasi sebanyak 443.235 kasus tbc dan pada tbc anak sebesar 42.187 jiwa.
Berdasarkan data dari Global TB Report 2021, Indonesia merupakan negara dengan prevalensi tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia setelah India dan Cina. Pada 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia sebesar 824.000 kasus, namun hanya sekitar 54% dari target 85% yang berhasil ditemukan dan diobati (Kemenkes, 2022). Sebanyak 91% kasus TBC di Indonesia adalah TBC paru yang berpotensi menularkan kepada orang yang sehat di sekitarnya.