Kerja Sama dengan MA, BTN Berharap Raup Dana Murah Rp5 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 06 Juli 2017 - 12:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melakukan kerja sama pemanfaatan jasa dan layanan perbankan dengan Mahkamah Agung (MA) RI. Kerjasama tersebut diharapkan dapat mendorong bank BUMN tersebut untuk mengumpulkan dana murah hingga Rp5 triliun.

Kami berharap dapat mendukung MA dalam hal pengelolaan dana agar lebih akuntabel, transparan serta memudahkan pegawai di lingkungan MA untuk mengakses kredit pemilikan rumah (KPR), ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dalam pengukuhan kerjasama dengan MA di Jakarta, Kamis (06/07/17).

Maryono menuturkan, Bank BTN berkomitmen menyediakan fasilitas perbankan untuk MA. Itu termasuk manajemen pengelolaan kas untuk mempermudah transaksi keuangan secara online, fasilitas KPR Khusus dan pemanfaatan program pengembangan operasional yang berlaku untuk MA, Pengadilan Negari, Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi.

Kerjasama dengan MA ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan dana murah Bank BTN. Pasalnya, potensi dana yang diperoleh tidak hanya dari gaji dan tunjangan kinerja pegawai saja, tetapi juga dana-dana lain seperti penempatan dana konsinyasi perkara, dana panjar perkara dan pengelolaan dana operasional, paparnya.

Hingga kini, demikian Maryono, baru 31 Pengadilan Negeri dari total 957 pengadilan di bawah MA yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN dengan potensi penempatan dana konsinyasi perkara mencapai sekitar Rp1 triliun.

Tetapi, jika Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi memanfaatkan fasilitas yang diberikan Bank BTN, maka potensi dana konsinyasi perkara yang bakal diraih dapat mencapai Rp5 triliun, imbuh Maryono.

Maryono mengungkapkan, kerjasama BTN dengan MA ini dapat memupuk dana murah, terutama nilai giro. Per Juni 2017, kontribusi giro terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 27% atau terbesar kedua setelah deposito. Kontribusi itu juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan yang hanya sekitar 20-21% dari total DPK.

Maryono mengemukakan, pesatnya pertumbuhan giro membuat BBTN mampu mendorong pertumbuhan DPK per Juni 2017 hingga 18-19% dibandingkan periode yang sama pada 2016. Disamping itu, Bank BTN juga mengejar potensi pengucuran kredit, baik Kredit Kepemilikan Rumah maupun Kredit Kepemilikan Apartemen dan kredit konsumsi lain, seperti Kredit Agunan Rumah dan Kredit Tanpa Agunan.

Khusus untuk KPR, Bank BTN memberikan bunga kredit khusus dan biaya-biaya KPR yang lebih terjangkau bagi para pegawai di lingkungan MA. Per Mei 2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit untuk 337.309 unit rumah atau mencapai lebih dari 50% dari target 2017, pungkasnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →