7 Anggota Mapala UI Siap Ekspedisi ke Puruk Sandukui
INDUSTRY.co.id, Depok - Atas rasa cinta terhadap pesona alam dan wisata Indonesia, Mahasiswa Pecinta Alam, Universitas Indonesia (Mapala UI) akan melakukan ekspedisi panjat tebing di Puruk Sandukui, Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah pada 7 hingga 26 Agustus 2017 mendatang.
Tebing yang ketinggian pastinya belum diketahui ini berada di kawasan tambang emas, Pegunungan Muller. Tebing ini dapat menjadi tambahan ciri khas daerah Kalteng karena bentuknya yang unik, yaitu seperti jari telunjuk yang menonjol sendiri diantara hutan belantara.
Perjalanan dimulai dari kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Tim Ekspedisi Tebing Puruk Sandukui akan tiba di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya pada tanggal 7 Agustus 2017.
Setibanya di sana, tujuh orang angggota aktif Mapala UI yang tergabung dalam tim akan dipecah menjadi dua, yaitu tim pemanjatan Puruk Sandukui dan tim eksplorasi suku Ot Danum. Suku Ot Danum adalah salah satu dari ratusan Suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan.
Suku ini bermukim di beberapa tempat di Kalimantan, salah satunya yaitu di dekat tebing tujuan ekspedisi ini, tepatnya di Desa Hatung, Kabupaten Gunung Mas. Suku Dayak Ot Danum memiliki kaitan budaya yang erat dengan Puruk Sandukui. Dalam bahasa lokal, arti kata Puruk sendiri berarti tebing, sedangkan Sandukui berarti tambatan yang dipercayai merupakan tambatan bahtera Nabi Nuh dulu kala.
Menurut Yohanes Poda Sintong (M-954-UI), selaku Ketua Mapala UI 2017 melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Rabu (5/7/2017), mengatakan, "Kami melihat Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukotanya Palangkaraya memiliki potensi pariwisata yang tinggi, Kekayaan alam dan budaya seperti hutan, sungai, tebing, dan beragam suku Dayak bisa menjadi daya tarik wisata calon ibukota negara kedepannya."
Pecinta alam, lanjut Dia, memang perlu bergiat bukan sekedar untuk mengejar prestasi kelompok saja, tapi juga melakukan kegiatan yang dapat berdampak positif bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa diterima menjadi masukan yang baik untuk pengembangan pariwisata Kalimantan Tengah.
Jakarta, sebagai kota metropolitan, pusat bisnis dan pemerintahan Indonesia, semakin hari menjadi semakin padat. Anggapan bahwa Jakarta sudah tidak kondusif lagi dalam menjalankan fungsinya sebagai ibukota NKRI makin jelas. Isu pemindahan pusat pemerintahan yang sudah tercetus sejak masa kepemimpinan Bung Karno dan Pak SBY, kini kembali menghangat.