Bursa Efek Indonesia Suspen TAMU dan MINA

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 05 Juli 2017 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pelaksana transaksi pasar modal Indonesia melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).

“Penghentian sementara (suspensi) perdagangan tersebut dilakukan BEI menyusul lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi itu diberlakukan bagi kedua saham tersebut sejak sesi pertama perdagangan Rabu (05/07/2017) hingga pengumuman lebih lanjut,” papar Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, di Jakarta, Rabu (05/07/2017).

Irvan menuturkan, pihak bursa berharap berbagai pihak yang berkepentingan agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan kedua emiten tersebut.

Menurut data BEI, harga TAMU di sepanjang Juni 2017, yakni sejak awal bulan hingga sehari sebelum memasuki liburan Lebaran, telah mengalami kenaikan sekitar 71% menjadi Rp1.375 per unit dari Rp805 per unit. Bahkan, hingga penutupan perdagangan Selasa (04/07/2017) kemarin, harga TAMU telah mencapai Rp1.790 per unit, atau telah mengalami lonjakan sekitar 122%.

Sementara itu, berdasarkan data BEI tersebut, harga MINA pada Juni 2017 telah melesat 92% menjadi Rp1.485 per unit di sesi penutupan perdagangan sehari sebelum memasuki libur Lebaran dibandingkan pada awal Juni yang baru mencapai Rp775 per unit. Hingga akhir penutupan perdagangan Selasa (04/07/2017) kemarin, harga MINA telah mencapai Rp1.720 per unit. Itu artinya, harga MINA telah meroket 122%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →