Perdagangan Perdana, Harga MPOW Langsung Melesat 70%

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 05 Juli 2017 - 12:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Megapower Makmur Tbk (MPOW), operator pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan tenaga diesel (PLTD), dibuka menjadi Rp340 per unit pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) pada beberapa waktu sebelumnya sebesar Rp200 per unit, maka harga MPOW tersebut melesat Rp140 atau 70%.

Kenaikan harga saham emiten BEI yang ke-553 ini hingga 70% menunjukkan bahwa harga saham perusahaan yang menjadi emiten BEI ke-19 pada tahun ini tersebut telah melampaui batas atas titik auto-rejection dengan volume transaksi sebanyak 11.700 unit saham.

Kang Jimmi, Direktur Utama MPOW, mengungkapkan, manajemen perseroan pada PUPS yang berlangsung pada 20-22 Juni 2017 menawarkan sebanyak 245,1 juta unit saham. Total porsi saham yang ditawarkan itu mencapai 30% dari modal yang ditempatkan.

“Penawaran tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 249,33 kali dari porsi penjatahannya,” ujar Kang dalam kata sambutan pembukaan perdagangan dan pencatatan saham di gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (05/07/2017).

Kang mengemukakan, perseroan melalui PUPS tersebut memperoleh tambahan modal sekitar Rp49,02 miliar. Sebagian dari dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang perseroan kepada pihak-pihak yang berelasi dan sebagian lagi akan digunakan untuk tambahan modal kerja.

“Setelah pelaksanaan PUPS ini, kami akan memusatkan perhatian pada pengembangan sektor energi yang terbarukan (renewable energy resources) dengan tetap menjaga kelangsungan usaha yang sudah ada pada saat ini,” pungkasnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →