Tito Karnavian Apresiasi Kemenkes dalam Menghadirkan Platform Pertukaran Informasi Kesehatan antar Fasyankes

Oleh : Hariyanto | Minggu, 09 Oktober 2022 - 10:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta –  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) turut berpartisipasi dalam pameran Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Convention Center, 5-7 Oktober 2022.

Dalam kunjungannya ke booth Kemenkes RI, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan apresiasinya pada salah satu inovasi yang dipamerkan, yaitu platform SatuSehat. Yang dinilai sebagai salah satu bentuk transformasi digital kesehatan yang mampu menjawab tantangan integrasi data antar Puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya di seluruh Indonesia.

“Mendagri mengapresiasi berbagai program transformasi digital yang kami pamerkan di sini, salah satunya SatuSehat. Beliau berharap SatuSehat ini dapat segera diterapkan untuk mendorong simplifikasi pelaporan serta meningkatkan efisiensi belanja kesehatan APBD setiap daerah,” kata Chief of  Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, Rabu (5/10/2022).

SatuSehat sendiri merupakan sebuah platform digital yang mengintegrasikan data, analisis, dan layanan yang mendukung pertukaran data kesehatan individu antar fasyankes. Data tersebut akan tercatat dan terekam secara digital dengan aman melalui persetujuan (consent) pemilik data dan hanya dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan.

Bagi pemerintah daerah (pemda) dan manajemen fasyankes, integrasi SatuSehat dapat mendorong simplifikasi pelaporan karena berbasis digital dan dapat menghindari duplikasi pencatatan yang semula dilakukan pada sistem yang berbeda-beda.

Selain itu, SatuSehat juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional pelayanan kesehatan dan lebih ramah lingkungan dengan mengurangi pencetakan lembar rekam medis secara fisik karena penerapan rekam medis elektronik (RME) yang terintegrasi SatuSehat.

Pemda juga dapat mengakses data kesehatan secara near real-time melalui dasbor SatuSehat, sehingga dapat mengambil kebijakan secara cepat jika sewaktu-waktu ditemukan adanya peningkatan kasus maupun bencana kesehatan yang signifikan.

Dengan adanya SatuSehat juga diharapkan dapat mendorong pembuatan kebijakan berbasis data sehingga dapat meningkatkan kinerja dan ketepatan pelaksanaan program dan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Dengan integrasi SatuSehat,  ketika pasien dirujuk atau berpindah fasyankes untuk berobat, mereka tidak perlu lagi membawa setumpuk dokumen resume rekam medisnya. Pasien juga bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatannya dengan lebih transparan.

Setiaji menjelaskan, saat ini SatuSehat sedang dalam tahap uji coba ke sejumlah fasyankes, “Uji coba integrasi dengan Puskesmas kemarin sudah kita mulai pada akhir September dan berhasil dilakukan kepada 738 Puskesmas se-Jawa Timur. Kedepan akan dilanjutkan ke Jawa Tengah dan seluruh provinsi di pulau Jawa-Bali.”

Kemenkes RI pun menargetkan, setelah serangkaian uji coba ini selesai terlaksana, setidaknya 12.000 fasyankes akan terintegrasi dengan SatuSehat pada tahun 2022 dan seluruh fasyankes pada tahun 2023 mendatang.