Bacark Obama Sebagai Pembicara Utama Kongres Diaspora di Jakarta

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 01 Juli 2017 - 05:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan menyampaikan pidato kunci pada sesi pembukaan konvensi, selain sekitar 40 pembicara lain yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pengusaha, rohaniwan, politisi, hingga artis internasional, Sabtu (1/7/2017)

Ketua Board of Trustees Indonesia Diaspora Network (IDN) Dino Patti Djalal  menegaskan jika pidato Obama di Konvensi Diaspora tetap akan berlangsung.

"Iya tetap berjalan," ujar Dino kepada awak media, Jumat (30/6/2017).

Pengamanan pidato pertama Obama di Asia menurut mantan dubes Indonesia untuk AS itu akan dilakukan secara maksimal.

"Pengamanan bagus. Acara tetap berlangsung," kata Dino.

Kongres akan dibuka dengan Konvensi Diaspora Indonesia pada 1 Juli, yang terdiri dari 12 sesi berbeda untuk membahas berbagai isu dan topik antara lain "Kontribusi Diaspora bagi Pembangunan Indonesia", "Inovasi Keren Diaspora Indonesia" serta "Belajar, Bekerja dan Bersaing di Luar Negeri".

Co-Founder Marvell Technology Group Sehat Sutardja, Direktur Dialog Antaragama Vatikan Romo Markus Solo Kewuta SVD, imam Muslim moderat di AS Shamsi Ali, aktris Hollywood Tania Gunadi, dan penyanyi pop Anggun C Sasmi merupakan beberapa diaspora inspiratif yang akan ikut berbagi pengalaman dan gagasan dalam konvensi tersebut.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 6.000 orang terdaftar untuk mengikuti acara ini, 427 diantaranya merupakan diaspora Indonesia dari 133 kota di 52 negara.

Kongres Diaspora Indonesia akan dilanjutkan dengan pertemuan internal anggota IDNG pada 2 Juli, kemudian dialog setoral pada 3 Juli yang akan menghadirkan pemerintah untuk menyosialisasikan kebijakan yang berkaitan dengan diaspora seperti pemberlakuan visa lima tahun bagi diaspora Indonesia serta rencana penerbitan kartu diaspora Indonesia.

"Dialog ini diperlukan agar diaspora bisa memberikan masukan untuk memperbaiki dan mengembangkan kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama di beberapa sektor yang menjadi spesialisasi atau keahlian para diaspora seperti perhubungan, ESDM serta desa dan pembangunan daerah tertinggal," tutur Dino.
 

Herry Barus Lihat semua artikel →