Jajal Mobil Listrik Wuling Air ev, Menko Airlangga: Tidak Ada Suaranya..
INDUSTRY.co.id - Cikarang - Wuling Motors (Wuling) resmi meluncurkan produksi perdana kendaraan listrik, Wuling Air ev di pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit per tahun.
Mobil listrik pertama Wuling yang diproduksi di Indonesia ini memiliki tingkat komponen dalam negeri atau TKDN sebesar 40%. Hal itu diklaim sudah disesuaikan juga dengan arahan dari pemerintah Indonesia.
"Tentu dengan peluncuran ini diharapkan masyarakat Indonesia bisa menggunakan kendaraan baterai atau electric vehicle yang harganya affordable. Dengan adanya mobil EV ini diharapkan dapat menciptakan net zero emission dan dengan semakin banyak kota-kota yang menggunakan EV, tingkat pencemaran lingkungannya semakin menurun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka acara peluncuran produksi perdana mobil Wuling Air EV buatan Indonesia di Cikarang (8/8).
Menko Airlangga mengungkapkan bahwa potensi permintan Electric Vehicle (EV) di dunia diperkirakan akan terus meningkat. Permintaan tersebut diperkirakan mencapai 55 juta unit EV pada 2040.
Untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Indonesia telah menerbitkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB)/BEV untuk Transportasi Jalan serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri KBL-BB melalui Peta Jalan Industri Otomotif Nasional dan Peta Jalan Pengembangan Industri KBL-BB.
"Saya berharap PT SGMW yang baru sekitar 7 tahun berdiri di Indonesia, bisa menjadi leading EV producer di seluruh Indonesia. Dengan investasi sebesar US$ 1 miliar, 10.000 karyawan, dan luas area sebesar 60 hektar, ini juga menjadi salah satu basis ekspor otomotif Indonesia," tutur Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, Airlangga memberi apresiasi terhadap Wuling karena telah berpartisipasi dalam pelaksanaan KTT G20 untuk menyediakan 300 unit kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan international tersebut.
"Saya sudah coba tadi, tidak ada suaranya dan warnanya cocok sekali," jelas Airlangga.
Sementara itu, Brand and Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani mengatakan, kapasitas produksi untuk Air ev di pabriknya mencapai 10.000 unit dan tidak untuk mobil listrik lainnya.
"Saat ini, kita masih fokus pada Air ev. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya seperti apa," ujar Dian.
Dengan diproduksi di Indonesia, mobil ini juga nantinya dipasarkan ke negara lainnya. Namun, Wuling belum membeberkan akan menyasar ke negara mana saja.
"Untuk rencana ekspor kapan, saat ini kita masih fokus untuk pasar Indonesia. Tapi, kita lihat banyak sekali negara-negara lain yang ingin memasarkan Air ev. Kita juga lagi menjajakinya, tapi kita saat ini masih fokus dengan pasar Indonesia," kata Dian.
Dengan mengaplikasikan Global Manufacturing System (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya mampu untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Selain itu, pabrik Wuling yang berlokasi di Cikarang ini didukung dengan empat fasilitas produksi dan terintegrasi dengan supplier park yang berada di dalam satu kawasan seluas 60 hektar.