Waduh Ngeri! Menko Airlangga Sebut 35 Negara Alami Krisis Pangan

Oleh : Ridwan | Rabu, 20 Juli 2022 - 09:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut sebanyak 35 negara akan mengalami krisis pangan.

Dijelaskan Airlangga, penyebab krisis pangan akibat dari konflik geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Sebab dari konflik kedua negara itu telah menyebabkan kenaikan pada harga komoditas global.

Diketahui Ukraina merupakan negara pengekspor utama komoditas minyak sunflower, dengan adanya perang itu maka negara tujuan merasakan dampaknya. Karena Ukraina tak lagi bisa mensupply komoditi tersebut.

"Dunia sudah melihat bahwa dengan adanya shortage (kekurangan) mendekati 5 juta yang ter-disrupsi dari supply Ukraina itu melihat bahwa itu vegetable oil yang namanya kelapa sawit menjadi alternatif dan tentunya ini harus dimanfaatkan oleh CPOPC," ujar Airlangga pada konferensi pers di Jakarta (19/7).

Airlangga mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk melakukan ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Karena Indonesia dan Malaysia hingga saat ini merupakan negara utama pengekspor CPO.

"35 negara itu akan ada krisis pangan termasuk ketersediaan daripada vegetable oil, nah momentum ini yang harus dimanfaatkan. Untuk melakukan promosi di saat yang tepat dan di saat yang sekarang adalah saat yang tepat," jelasnya.

Adapun Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) merupakan negara-negara produsen minyak sawit. Di mana diantaranya Indonesia dan Malaysia.

"Di dalam situasi seperti ini CPOPC melihat bahwa pentingnya keberadaan palm Oil diketahui bahwa kondisi market palm oil ini didominasi Indonesia dan Malaysia," terangnya.

Airlangga menjelaskan, untuk Indonesia negara yang sudah mensupply CPO sebesar 48 juta dan Malaysia mensupply sebesar 18 juta.

"Dan kita ketahui bahwa permintaan dunia terhadap palm oil itu sekitar 45 juta, dengan yang terbesar antara lain India sekitar hampir 7,8 juta dan China 4,5 juta. Oleh karena itu kerja sama antara Indonesia dengan Malaysia menjadi sangat penting," tutup Menko Airlangga.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →