Nina Nugroho Signature, Kolaborasi Busana dan Keberdayaan

Oleh : Herry Barus | Jumat, 08 Juli 2022 - 12:00 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-

Jakarta, Busana dan keberdayaan, kini tidak terlepas dari keseharian desainer Nina Septiana. Baru-baru ini melalui brand Nina Nugroho miliknya,  Nina Septiana menggelar   fashion show sekaligus memperkenalkan lagu #akuberdaya yang dinyanyikan oleh komposer sekaligus budayawan Cirebon, Kang Cheppy.

Nina Nugroho adalah label busana muslimah rancangan desainer Nina Septiana. Nina mengusung konsep Modest Fashion for Professional yang bernuansa klasik modern, yaitu memadukan gaya desain klasik yang timeless dengan pemilihan warna yang tegas yang tak lekang waktu dan gaya modern yang up to date dan mengikuti kebutuhan serta  tuntutan mobilitas dunia modern.

Pada fashion show kali ini, koleksi yang ditampilkan sebanyak 18 busana koleksi Nina Nugroho Signature   berbalut wastra nusantara berupa batik, tenun Janggawari Baduy dan songket Palembang yang  kaya  akan motif dan sarat filosofi.

Berbagai siluet tersajikan secara mewah namun  elegant dengan aksesori berupa kancing Swarovski. Busana yang tampil dalam siluet A-line dan H-line diengkapi dengan pipe pants maupun cullote dan skirt, dalam konsep 2 in 1 maupun 3 pieces.  Double manset, yang merupakan ciri khas rancangan Nina Nugroho, memudahkan Muslimah dalam mengambil air wudlu (wudlu friendly).

‘’Jadi meskipun kita sibuk beraktifitas, berbalut busana mewah namun aktifitas beribadah tetap lancar, tidak terhalang oleh busana kita,’’ tutur Nina Septiana mengenai ciri khas rancangannya tersebut.

Kesemua koleksi desain busana kerja ini   dibuat dalam versi high end. Sebut saja tenun Janggawari dengan siluet A line  dengan shirt dipadukan dengan pipe pants dan kulot, midi shirt dipadukan dengan rok  dan long outer yang dipadukan dengan shirt. Kesemuanya disajikan dalam tatanan sustainable fashion. Yaitu seperti menggunakan dua buah busana namun sejatinya hanya menggunakan satu busana.
Sementara itu pada koleksi Guardian Angel, lebih  menekankan garis desain vintage dengan sentuhan gaya Victoria yang klasik. Koleksi ini mengambil tema dari masa Renaissance.
Konsep busana Victorian ini  juga  diperkuat dengan aksesoris berupa topi vedora dan flat cap, yang selama ini dikenal sebagai topi pelukis untuk memperkuat kesan klasik.

Dalam setiap busana signaturenya aksesoris  kancing Swarovski nan mewah yang disukai wanita selalu menjadi pelengkap.  Menggambarkan selera naluriah wanita yang menyukai kemewahan dalam sebuah busana. Hal ini memancarkan aura kekuatan dan percaya diri seorang wanita.
Dalam koleksi Janggawari, Nina memadukan bahan taffeta Victoria dengan kain tenun Janggawari dalam berbagai warna. Sebagai interlining, dipilih bahan satin rosella yang mewah dan sangat nyaman tentunya.
Kemudian pada koleksi new limited edition, Nina Septiana menghadirkan busana ready to wear yang tampil ala busana high end. Koleksi ini menggunakan bahan semi wool  yang dipadukan dengan wastra Nusantara, berupa batik. Kesan etnik namun mewah dan elegan tampak begitu kental dalam koleksi kali ini.

Makeup model disponsori oleh Cystallure by Wardah  dengan tema ‘Glamour’ selaras dengan gaya busana yang mewah. Para model  ini  berasal dari LNP Model pimpinan Mom Laras.
Nina Septiana  berharap   di ajang fashion show yang digelar pada moment Halal Bi Halal Forum Wartawan Hiburan ( Forwan),  sekaligus dapat mengkampanyekan Gerakan #akuberdaya yang senada dengan filosofi busana koleksi Signature Nina Nugroho.

“Sehingga dapat mengingatkan kembali kepada  perempuan Indonesia, bahwa tampil cantik itu tidak harus berlebihan. Dengan gaya yang elegan dan penuh kesopanan justru membantu perempuan Indonesia menjaga kehormatan dan marwah dirinya,” pungkas Nina Septiana.(*)

Herry Barus Lihat semua artikel →