Waskita Beton Precast Dapat Kredit Modal Kerja Rp800 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Juni 2017 - 09:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memperoleh pinjaman Rp800 miliar dari PT Bank DKI dan PT Bank BRI Syariah untuk membiayai modal kerja. Itu adalah pinjaman dari Bank DKI bernilai Rp500 miliar untuk membiayai proyek-proyek pengadaan readymix dan precast jalan tol Jakarta-Cikampek Seksi 2. Sisanya sebesar Rp300 miliar merupakan pinjaman dari PT Bank BRI Syariah yang merupakan fasilitas kredit modal kerja.

“Itu adalah pinjaman kedua dari Bank BRI Syariah, setelah sebelumnya kami telah memperoleh pinjaman Rp300 miliar dari bank tersebut. Dengan demikian, plafon pinjaman kami dari Bank BRI Syariah saat ini mencapai Rp600 miliar,” ujar Budi Setyono, Direktur Keuangan WSBP, Kamis (22/06/2017).

Budi mengemukakan, fasilitas kredit dari Bank BRI Syariah ini akan digunakan untuk membiayai sebagian pengadaan precast dan beton readymix untuk pembangunan proyek ruas tol Cimanggis-Cibitung seksi 2 bernilai kontrak Rp2,2 triliun yang ditargetkan selesai pada 2019.

“Fasilitas kredit yang diterima perseroan dari BRI Syariah sebelumnya digunakan untuk membiayai proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang dan pengadaan PCI Girder,” imbuh Budi.

Waskita Beton memasok beton untuk berbagai proyek jalan tol dimana sebagian besar pekerjaan konstruksi proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang merupakan induk usaha WSBP. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →