IHSG Tampaknya Bakal Pertahankan Tren Kenaikan Jangka Panjang

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Juni 2017 - 09:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal mempertahankan tren kenaikan jangka panjang di perdagangan pada akhir Juni 2017 ini, setelah kemarin mencapai titik tertinggi baru sepanjang sejarah di level 5.818.

“Kendati demikian, pergerakan IHSG di akhir bulan ini tampaknya akan lebih berwarna karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global. IHSG diprediksi bakal bergerak di kisaran 5.716-5.837 pada perdagangan hari ini,” ujar William Suyawijaya, analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, di Jakarta, Kamis (22/06/2017).

William mengemukakan, jika terjadi koreksi pada perdagangan hari ini, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar setelah indeks menyentuh titik tertinggi baru sepanjang sejarah berdirinya BEI.

“Jika terjadi penurunan indeks pada hari ini, maka kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham-saham unggulan terdepan untuk dijadikan investasi jangka panjang, seperti TLKM, HMSP, ICBP, UNVR, INDF, ROTI, ACES, KLBF dan LSIP,” tutur William.

Sementara itu, Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, menyarankan pelaku pasar agar mewaspadai potensi terjadinya koreksi minor terhadap pergerakan indeks karena tren kenaikan indeks saat ini sudah mulai memasuki fase jenuh beli (overbought).

“Kondisi overbought itu terjadi setelah indeks bergerak agresif dari level 5.650 hingga menembus level 5.800 dalam rentang waktu yang relatif cukup pendek. Karena itu, pelaku pasar disarankan agar lebih konservatif lagi untuk mengakumulasi saham serta menunggu terjadinya koreksi minor akibat aksi ambil untung (profit taking),” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →