7 Stimulus Pemerintah Pacu kenaikan Marketing Sales Gapuraprima

Oleh : Ridwan | Selasa, 20 Juni 2017 - 12:21 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarat, PT Perdana Gapuraprima (GPRA) yang merupaka perusahaan pengembang properti di Indoensia menargetka pra penjualan mencapai Rp700 miliar pada tahun ini. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp600 miliar.

"Hingga Maret 2017,perusahaan sudah membukukan marketing sales sekitar Rp133 miliar sampai Rp150 miliar. Ada kenaikan sekitar 5-10 persen dari tahun lalu," ungkap Direktur Keuangan GPRA, Kelik Irwantono di Jakarta (19/6/2017).

Menurutnya, kenaikan tersebut didukung oleh 7 stimulus program pemerintah yaitu, pelonggaran aturan loan to value (LTV) dan inden, program sejuta rumah, kesuksesan tax amnesty, kebijakan kepemilikan asing, pengembangan infrastruktur, BI rate yang turun di bawah 6 persen, pemotonagn pajak DIREmenjadi single tax dengan total besaran pajak 1,5 persen dan pajak penghasilan (PPh).

Tahun 2017, Gapuraprima memiliki sejumlah rencana pengembangan wilayah diantaranya, pengembangan kawasan mix used seluas 2,2 hektar di Cengkareng, Jakarta Barat. Proyek bernama The Crown ini memiliki 1.052 unit yang terbagi menjadi residensial, ruko dan fasilitas penunjang.

"Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan kawasan hunian terpadu di Bogor yang bernama Bukit Cimanggu City," terangnya.

Ia menambhakna, saat ini perusahaan tengah melakukan proses negosiasi untuk menambah land bank di area Sentul, Bogor, Jawa Barat. selai itu, kami juga sedang mengembangkan program perumahan dari pemerintah untuk kalangan menengah bawah di kawasan Serang, Tangerang.

Sementara itu, lanjut Kelik, dana belanja modal tahun ini yang dianggarkan sekitar Rp350 miliar, angka ini naik dari capex tahun lalu senilai Rp200 miliar.

"Sumber pendanaan capex tahun ini berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan, untuk komposisinya masih kami hitung," pungkasnya.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →