Industri Galangan Kapal Menanti Realisasi Paket Kebijakan Ekonomi XV

Oleh : Ridwan | Senin, 19 Juni 2017 - 14:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia, Eddy Kurniawan mengatakan,industri galangan kapal menanti realisasi kebijakan pembebasan bea masuk komponen kapal yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi XV.

"Pembebasan be masuk komponen sangat dinanti untuk bisa meningkatkan daya saing industri galangan kapal dalam negeri. Dan kami berharap implementasinya berjalan mudah dan nyata," ungkap Addy Kurniawan di Jakarta (19/6/2017).

Ia menambahkan, sektor industri galangan kapal masih sangat bergantung terhadap komponen impor. Setidaknya ada 115 komponen kapal yang masih harus impor, lantaran belum mampu memproduksi pabrikan lokal. "Belum adanya equal treatment pada sektor industri galangan kapal membuat impor kapal utuh lebih efisien ketimbang merakit di dalam negeri," terangnya.

Saat ini, lanjut Eddy, impor kapal utuh bebas beamasuk, sedangkan komponennya dikenakan beamasuk. Kalau dibiarkan begitu terus, tentu daya saing kita sulit menandingi galangan kapal asing. Kami percaya dengan pembebasan beamasuk komponen bisa membuat galangan kapal lokal lebih kompetitif.

Seperti diketahui, saat ini kapasitas produksi industri galangan kapal domestik mencapai 1,2 juta deadweight tonnage (DWT) per tahun. Hanya saja, utilisasinya masih belum mampu mencapai kapasitas maksimum yaitu di kisaran 30-60 persen. Sebab permintaan domestik lebih banyak terserap ke pasar luar negeri yang jauh lebih kompetitif.

Menurutnya, pembebasan bea masuk komponen kapal dapat menurunkan volume impor kapal utuh yang tiap tahun mencapai 900 unit. Sejak 2006, Indonesia mengimpor sebanyak 7.000 kapal bekas dan baru dari berbagai negara.

Eddy menyatakan ke depan pemerintah perlu terus menebar insentif dan meningkatkan permintaan demand terhadap kapal domestik secara berkelanjutan. "Dengan demikian, realisasi investasi di sektor industri itu bisa terus bertumbuh," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →