Hari ini, Harga KMTR Naik 31% pada Perdagangan Perdana di BEI

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Juni 2017 - 12:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Kirana Megantara Tbk (KMTR) langsung melonjak 31% menjadi Rp600 per unit pada sesi perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/06/2017) dibandingkan harga pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp458 per unit. Harga KMTR ditransaksikan pada kisaran harga Rp560-685 per unit pada perdagangan pagi ini.

“Dalam PUPS ini, kami menawarkan saham sebanyak 1,152 miliar unit saham baru. Melalui PUPS ini, kami memperoleh dana segar sekitar Rp528 miliar. Dalam PUPS tersebut, kami telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek,” ujar Jenny Widjaja, Direktur KMTR, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Senin (19/06/2017).

Jenny mengemukakan, sekitar 58% dari total dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal di anak usaha perseroan. Sekitar 22% dari dana hasil PUPS itu akan digunakan untuk melunasi pinjaman kredit modal kerja dan sisanya sebesar 20% untuk menambah modal kerja produsen karet remah tersebut.

Jenny menjelaskan, volume produksi perseroan ditargetkan sebanyak 780.000 ton karet remah pada 2017. Itu sekitar 8,33% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi produksi pada 2016 sebanyak 720.000 ton.

“Sekitar 500.000 ton dari volume produksi karet remah itu akan dijual. Jika hal itu terealisasi, maka volume penjualan perseroan pada tahun ini akan tumbuh sekitar 13,64% dibandingkan dengan realisasi volume penjualan perseroan pada 2016 sebanyak 440.000 ton,” paparnya.

Untuk mencapai target volume produksi sebanyak itu pada 2017, demikian Jenny, manajemen KMTR akan mengalokasikan dana belanja barang modal (capital expenditure/capex) bernilai Rp100 miliar.

Pada 2016, laba bersih KMTR tercatat sebesar Rp210 miliar. Perseroan pada 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp316 miliar, atau mengalami penurunan 17,28% dibandingkan dengan pendapatan pada 2015 sebesar Rp382 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →