Per Mei 2017, Total Dana Murah Bank Tabungan Negara Tumbuh 18,74%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 19 Juni 2017 - 11:22 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat total dana murah (current account and savings account/CASA) sebesar Rp72,52 triliun hingga akhir Mei 2017, atau meningkat 18,74% dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp61,07 triliun.

“Peningkatan dana murah tersebut sejalan dengan upaya Bank BTN untuk terus memperkuat struktur pendanaan dengan memacu penghimpunan dana murah,” ujar Handayani, Direktur Consumer Banking Bank BTN, kepada wartawan, Senin (19/06/2017).

Hingga akhir Mei 2017, Bank BTN telah menghimpun giro bernilai Rp41,92 triliun, tumbuh 26,66%  dibandingkan per akhir Mei 2016 sebesar Rp33,09 triliun. Disamping itu, Bank BTN per Mei 2017 juga mencatatkan posisi tabungan sebesar Rp30,59 triliun, atau naik 9,37% dibandingkan pada periode yang sama 2016 sebesar Rp27,97 triliun.

Handayani mengemukakan, manajemen Bank BTN akan terus meningkatkan dana murah secara bertahap. Ada berbagai strategi yang disiapkan perseroan. Di antaranya, yakni dengan memanfaatkan customer base nasabah KPR untuk meningkatkan dana-dana berbiaya murah.

“Kami juga akan terus memperbaiki dan mengembangkan fitur produk tabungan melalui digital banking serta bekerjasama dengan lembaga pemerintah dan BUMN untuk menempatkan dana dan pengelolaannya,” pungkas Handayani. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →