Pendapatan Intraco Penta Diproyeksikan Tumbuh 20% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Desember 2016 - 19:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pendapatan PT Intraco Penta Tbk (INTA), distributor alat berat, diproyeksikan tumbuh 20% pada 2017. Pertumbuhan itu ditopang oleh peningkatan kinerja lini usaha pendukung infrastruktur dan proyek pengoperasian pembangkit listrik yang diperoleh dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
 
“Jika perseroan dapat mengoperasikan pembangkit listrik tersebut, maka perseroan bakal memperoleh pendapatan bernilai US$2,46 miliar,” ujar Fred L. Manibog, Direktur Keuangan INTA, di Jakarta, Rabu (14/12) petang.
 
Fred mengemukakan, perseroan saat ini sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x100 megawatt (MW) di Provinsi Bengkulu dengan investasi bernilai US$260 juta. Dalam pelaksanaan pembangunan PLTU tersebut, INTA bekerjasama dengan sebuah perusahaan Cina, yakni Power Construction of China.
 
“Dalam kerjasama di proyek PLTU tersebut, perseroan melalui anak usahanya memegang saham sekitar 30% dan sisanya dikuasai perusahaan Cina tersebut. PLTU tersebut diharapkan beroperasi pada Februari 2020,” paparnya.
 
Selain itu, demikian Fred, pertumbuhan pendapatan INTA pada tahun depan juga ditopang oleh kinerja bisnis pertambangan yang mulai menggeliat. Untuk itu, perseroan telah memperoleh kontrak bernilai Rp1,23 triliun pada 2017 dari bisnis pertambangan.
 
Per September 2016, INTA membukukan pendapatan Rp1,03 triliun. Itu sudah mencapai sekitar 71% dari target pendapatan setahun penuh perseroan pada 2016 sebesar Rp1,45 triliun. Sekitar 67% dari pendapatan perseroan berasal dari penjualan alat berat. Adapun layanan keuangan, layanan pertambangan dan enjinering masing-masing menyumbang sekitar 18%, 10% dan 4% terhadap pendapatan konsolidasi perseroan per September 2016. Sementara itu, sekitar 1% dikontribusikan oleh pendapatan lain-lain. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →