H-10 Lebaran, Belum Ada Peningkatan Permintaan Signifikan Produk Tekstil

Oleh : Ridwan | Rabu, 14 Juni 2017 - 13:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, menjelang lebaran H-10 ini belum terjadi peningkatan permintaan terhadap produk tekstil yang cukup signifikan.

"Saya belum melihat kenaikan permintaan yang cukup signifikan, lebaran tahun ini bisa jadi sama sepertilebaran tahun kemarin. Artinya tidak ada keniakn yang berarti," ungkap Ade Sudrajat yang dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta (14/6/2017).

Ia menambahkan, sepinya pasar membuat beberapa pabrik tekstil sudah mulai meliburkan karyawannya. "Daya beli masyarakat saat ini sedang turun, itu salah satu faktor sepinya pasar. Selain itu, gengsi masyarakat akan produk impor masih sangat tinggi," terangnya.

Menurut Ade, saat ini permintaan tekstil justru lebih banyak dari luar negeri. Dari dalam negeri, meski menjelang lebaran, belum ada lonjakan permintaan.

Peningkatan permintaan ekspor dari luar negeri karena dari sisi kualitas produk industri tekstil Indonesia sudah bisa bersaing dengan produk sejenis dari negara lain. Terutama negara-negara di kawasan Asean.

Disisi lain, kalangan pelaku industri tekstil sedang menunggu kebijakan pembatasan impor tekstil dari pemerintah. keputusan ini nantinya akan menentukan apakah pebisnis akan menambah kapasitas atau sebaliknya mengurangi produksi.

"Pemerintah tentu harus membuat kebijakan yang benar benar seiring sejalan dengan kepentingan mendukung industri dalam negeri. Kami mendukung kebijakan yang ujungnya berorientasi menambah tenaga kerja. Sebaliknya jangan sampai dibuat kebijakan yang kontraproduktif, alias justru berdampak ke pengurangan tenaga kerja," pungkasnya.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →