Danamas Lewat Lancar.id Target Penyaluran Pembiayaan Rp2,3 Triliun
INDUSTRY.co.id-Jakarta-Pinjaman Lancar by Danamas bisa dijadikan solusi. Tawaran perusahaan fintech lending ini bisa diikuti individu mau pun lembaga secara online, tanpa harus tatap muka.
“Prosesnya cepat, limit besar hingga Rp2 miliar, dan yang terpenting aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI, dan Kominfo,” ujar CEO Danamas Joyce Andries.
Lancar by Danamas, terang Joyce, menawarkan pinjaman online tanpa ribet. Jumlah pinjaman antara Rp50 juta hingga Rp2 miliar dengan masa tenor minimum 1 tahun hingga 10 tahun. Suku bunganya rendah, mulai dari 14% pertahun dengan biaya administrasi hanya 1 persen hingga 2 persen.
“Pinjaman dengan agunan properti ini pengajuannya cepat dengan bunga yang relatif rendah. Contoh, untuk pinjaman Rp100 juta dengan tenor 2 tahun, cicilannya hanya Rp4,8 jutaan pertahun,” tuturnya.
Cara pengajuan pinjaman online Lancar by Danamas sangat mudah dan cepat. Hanya ada empat tahapan yang harus dilalui.
Daftar Buat akun, kirimkan KTP beserta foto selfie. Verifikasi: Pihak Lancar by Danamas akan menganalisis dokumen Pencairan: Pihak Lancar by Danamas akan meminta verifikasi beberapa informasi tambahan, dan kemudian mencairkan dana ke rekening bank yang sudah didaftarkan.
“Tidak rumit, sehingga keinginan untuk mewujudkan suatu rencana bisa segera diwujudkan,” ujar Joyce.
Lancar by Danamas (PT Pasar Dana Pinjaman) merupakan perusahaan fintech lending P2P pertama yang mendapat izin dari OJK dengan nomor KEP-49/D.05 sebagai penyedia jasa pinjaman online atau financial technology (Fintech). Perusahaan yang terbentuk 6 Juli 2017 itu merupakan entitas anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), bagian dari kelompok usaha terkemuka nasional, Sinar Mas yang fokus dan berpengalaman di bidang jasa keuangan. Tercatat per Desember 2021, Lancar by Danamas memiliki 23 kantor cabang diseluruh Indonesia dan lebih dari Rp6.5 triliun pinjaman yang sudah terealisasikan. Tahun ini (2022), Danamas menargetkan pencairan sebesar Rp2.3 triliun dengan target 10 ribu UMKM.