Menperin Agus Targetkan Ekspor Mobil Capai 1 Juta Unit di 2025, Gaikindo Optimistis!

Oleh : Ridwan | Rabu, 16 Maret 2022 - 09:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) mencapai 1 juta unit pada 2025.

"Pemerintah menargetkan pada tahun 2025, ekspor kendaraan CBU dapat mencapai 1 juta unit," kata Menperin Agus saat membuka pameran Jakarta Auto Week 2022, JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Menanggapi target tersebut, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyampaikan pihaknya optimistis akan bisa memenuhi target tersebut.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin bahwa ditahun 2025 ekspor kita di angka 1 juta unit. Tentunya ini angka yang cukup challenging, kita melihat juga banyak merek yang mulai membuat manufaktur di Indonesia," tutur Nangoi.

Gaikindo optimistis target dari pemerintah dapat terpenuhi, terlebih pasar ekspor baru yakni Australia sudah mulai dibuka.

Apalagi, Negeri Kanguru sudah tidak memiliki manufaktur otomotif, pasar terdekat dapat disuplai dari Indonesia.

Untuk memenuhi pasar Australia yang kosong, Gaikindo juga akan menarik para Agen Pemegang Merek (APM) untuk membangun manufaktur di dalam negeri.

"Kita melihat ekspor perdana ke Australia sudah dibuka. Australia saja dalam satu tahun market-nya mencapai 1 juta," terang Nangoi.

Selain itu, Nangoi juga mengatakan dengan adanya ekspor perdana ke Australia, juga akan membantu mencapai target ini. "Di sana [Australia] tidak ada pabrik mobil," jelas Nangoi.

Dia pun mencontohkan Mazda di Australia dalam setahun mengimpor 120.000 unit atau 10.000 per bulan. Oleh karena itu, Gaikindo menginginkan Mazda dapat diekspor dari Indonesia. Saat ini, unit mobil Mazda di Australia masih langsung diimpor dari Jepang.

"Kita pengen Mazda juga bisa ekspor dari Indonesia," tutup Nangoi.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →