Pupuk Indonesia Tawarkan Bunga Obligasi Antara 7,75-8,85% per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 13 Juni 2017 - 06:12 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menawarkan bunga obligasi I/2017 bernilai Rp3,6 triliun antara 7,75-8,85% per tahun pada periode penawaran awal (bookbuilding) dari 12 Juni 2017 hingga 20 Juni 2017. Penawaran obligasi tersebut merupakan bagian dari Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) bernilai total Rp10 triliun.

Obligasi I/2017 perseroan terdiri dari dua seri, yaitu obligasi Seri A berjangka waktu 3 tahun dan Seri B berjangka 7 tahun. Bunga obligasi Seri A ditawarkan antara 7,75-8,5% per tahun dan bunga obligasi Seri B sekitar 8,25-8,85% per tahun. Bunga obligasi tersebut akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali (triwulanan). Penerbitan obligasi yang memperoleh peringkat AAA dari Fitch Ratings tersebut merupakan surat utang perseroan yang diterbitkan tanpa jaminan (clean basis).

Sekitar 16% dari dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk melunasi utang obligasi I/2014 Seri A perseroan. Sisanya sekitar 84% akan dialokasikan untuk pinjaman kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, yang merupakan anak usaha perseroan. Selanjutnya, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang tersebut akan menggunakan pinjaman tersebut untuk melunasi sebagian kredit investasi.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, manajemen Pupuk Indonesia telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Bank Mega Tbk (MEGA) akan bertindak sebagai wali amanat.

Pada 2016, volume penjualan Pupuk Indonesia ke sektor pangan tercatat sebanyak 9,18 juta ton, meningkat 3,38% dibandingkan dengan realisasi volume penjualan ke sektor serupa pada 2015 sebesar 8,88 juta ton. Volume penjualan perseroan ke sektor perkebunan turun 24,14% menjadi 1,54 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 2,03 juta ton.

Volume ekspor pupuk perseroan tumbuh 62,19% menjadi 1,37 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 844.700 ton. Demikian pula volume ekspor amoniak meningkat 13,75% menjadi 1 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 879.100 ton.

Sementara itu, perseroan pada 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp64,16 triliun, turun 3,13% dibandingkan realisasi pendapatan perseroan pada 2015 sebesar Rp66,23 triliun. Laba kotor naik 1% menjadi Rp12,19 triliun dari Rp12,07 triliun. Laba usaha meningkat 15,71% menjadi Rp7,66 triliun dari Rp6,62 triliun. Sementara itu, laba bersihnya tumbuh 3,83% menjadi Rp3,52 triliun dari Rp3,39 triliun.

PT Pupuk Indonesia adalah produsen pupuk dan petrokimia terbesar di Asia Tenggara, dimana 100% sahamnya dikuasai oleh pemerintah. PT Pupuk Indonesia merupakan strategic and investment holding yang memiliki sejumlah anak usaha, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Pupuk Indonesia Energi. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →