Keren! Perusahaan Bio-Tech terdepan di Indonesia Nucleus Farma mendapatkan 2 Paten Sekaligus

Oleh : kormen barus | Minggu, 13 Februari 2022 - 18:06 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Nucleus Farma (PT Natura Nuswantara Nirmala) adalah leading bio-tech company yang merupakan produsen inovatif obat natural dan suplemen kesehatan, menggunakan bahan dasar alami lokal asli dari Indonesia, produknya telah diekspor ke Amerika, Australia, Jepang, Singapura dan beberapa negara lainnya. Nucleus Farma yang juga merupakan pioneer dalam Oral Liquid Albumin selalu mengedepankan nilai-nilai luhur kearifan lokal, serta turut berkontribusi dalam dunia kesehatan dengan menyediakan obat bahan herbal aktif alami yang aman, berkhasiat dan bermutu.

Baru-baru ini Nucleus Farma mendapatkan Hak Paten atas 2 penemuan, yaitu :

1. Proses Pembuatan Hidrolisat Teripang (Sticophus Variegatus) Sebagai Bahan Baku Sediaan Farmasi, dengan nomor paten : P00201907575. Invensi ini juga yang pertama di dunia dan telah diganjar oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) 2 tahun lalu. Zat aktif dari hidrolisat merupakan pengembangan obat bahan alam dengan menggunakan mekanisme drug MOA - drug mechanistic of action dan drug delivery mechanism sehingga dapat menghasilkan obat-obat yang lebih efektif dan on target dalam pengobatan yang berhubungan dengan sendi dan pengobatan osteoporosis dan aterosklerosi. Hal ini terdapat pada produk ONOGATE dan SUPAHABU BETA  produk berbahan dasar ekstrak Sticophus variegatus yang sudah digunakan sebagai pereda nyeri sendi dan nutrisi tulang. Di dalam zat teripang ini juga Nucleus bersama BRIN-Pusat Riset Kimia telah berhasil mengisolasi sejenis terpenoid glikosida yang merupakan zat anti kanker untuk masa depan.

2. Suplemen Kesehatan Mengandung Ekstrak Ikan Gabus (Channa Striata), Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), Dan Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Sediaan Cair Siap Minum, dengan nomor Paten : P00201908169. Terdapat pada produk unggulannya  yang sudah sangat  dikenal dan diterima masyarakat, yakni  ONOIWA MX. Produk ini sudah banyak menorehkan prestasi pada tahun 2021 lalu yang membanggakan dengan dukungan riset dan pengembangan yang dilakukan oleh peneliti yang ahli di bidangnya. Onoiwa MX sebelumnya sudah dilakukan penelitian observasi uji klinis terhadap pasien Covid-19 dengan kasus sedang telah terbukti dapat menjadi adjuvant therapy dan sudah terpublikasi ilmiah dalam Jurnal Internasional, European Journal of Molecular and Clinical Medicine. Peneliti dalam pengembangan produk tersebut adalah Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed merupakan Guru Besar Bidang Farmakologi Bahan Alam dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila dan dr. Lusi Nursilawati Syamsi, Sp.P merupakan praktisi dokter ahli spesialis paru. Dengan prestasinya terdahulu mengenai riset tersebut Prof Syamsudin dan dr Lusi meneruskan penelitiannya dengan mengukur potensi anti inflamasi dan antioksidan dalam Onoiwa MX yang dapat berperan sebagai terapi adjuvant untuk meningkatkan efektifitas pengobatan standar Covid-19.

Hasil penelitian ini sudah terbit di dalam jurnal internasional, Teikyo Medical Journal Volume 44 Issue 4 pada Agustus 2021 dengan kode issn 03875547 merupakan jurnal medis terindeks scopus yang diterbitkan oleh Teikyo University School of Medicine sejak tahun 1990. Jurnal tersebut menerima hasil penelitian medis termasuk kedokteran, farmasi, biokimia, psikologi dan sejenisnya. Dalam penelitian Prof. Syamsudin dan dr. Lusi, kombinasi pemberian Channa striata, Curcuma xanthoriza, dan Moringa oleifera yang ada pada Onoiwa MX dapat melengkapi pengobatan Covid-19 sebagai terapi adjuvant, terutama untuk pasien dengan pneumonia ringan dan sedang.

“Kami sangat senang dan berbangga hati dengan dikeluarkannya 2 hak PATEN tersebut di awal tahun 2022 ini, menjadi kado untuk kami dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang menjadi konsumen produk-produk Nucleus Farma yang berkualitas.” Tutur Samuel Wirjawan, CEO Supahabu. Supahabu merupakan afiliasi dan lisensinya dari Nucleus Farma group. Bahan aktif ini telah digunakan dalam produk Supahabu Beta dan khasiatnya telah banyak dirasakan oleh orang banyak

“Selama penelitian saya dan bekerjasama dengan Nucleus Farma yang merupakan Leading BIO_TECH COMPANY, serius dalam pengembangan PRODUK-PRODUK yang berkualitas yang bermanfaat untuk masyarakat banyak. Penelitian ini menggunakan sumber daya alami dan melakukan basic riset dan technology dalam upaya menemukan obat-obatan dengan efek samping yang sangat minimal. Kadar LD50 dan LC50 sangatlah aman sehingga bisa dikonsumsi secara rutin dan harian. Pasien-pasien saya yang termasuk derajat sedang penderita Covid-19 terbantu dengan pemberian rutin tersebut” Ucap dr. Lusi Nursilawati Syamsi, SpP, M.Farm. FCCP., FAPSR, beliau adalah peneliti langsung dari produk ONOIWA MX pada pasien Covid-19 serta merupakan ketua Satgas Covid-19 di RS Sentra Medika Cisalak.

Hal ini di benarkan oleh CEO Nucleus, Edward Basilianus, S.E, MM “Nucleus Farma selalu memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat, serta berkolaborasi dengan tim riset universitas dan lembaga riset lainnya untuk selalu mengembangkan inovasi di bidang INAMED (Indonesia Natural Medicine). Kolaborasi ini mengimplentasikan triple helix, dimana ketiga komponen penting turut terlibat yakni, akademisi, pemerintah serta pelaku usaha. Nucleus Farma mengedepankan hasil kajian riset ilmiah dan berdasarkan hasil uji coba untuk  pengembangan produk, biotechnology dan riset  menjadi nilai tambah produk Nucleus Farma sehingga khasiatnya dapat dirasakan secara nyata.”

Nucleus Farma adalah pelopor teknologi oral albumin di dunia, teknologi tersebut diterapkan dan dimulai dari Indonesia dimana zat aktif dari obat alami ini mempunyai mekanisme kerja aktif yang besar terhadap meningkatnya imunitas tubuh dan menaikkan level albumin di dalam darah, sehingga menstabilkan tekanan osmotik di dalam organ tubuh, antara lain di paru paru, sehingga konsumsi ONOIWA MX mempunya efek yang sangat penting dalam mencegah penyakit paru paru dan mengobati penyakit respiratory disease. Bukti lainnya Nucleus sungguh berkomitmen akan unggulnya produk adalah meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2021 untuk Polyherbal Pertama yang Melakukan Uji Klinis Terhadap Pasien Covid19 dan Dipublikasikan ke Jurnal Internasional, yang merupakan MURI di bidang science yang pertama kali diberikan kepada perusahaan farmasi.

Sepanjang tahun 2021 Nucleus Farma menorehkan prestasi yang sangat baik. Komitmen perusahaan sesuai dengan visinya menjadi produsen obat natural berkualitas dan terkemuka yang membantu pemerintah dalam program menyehatkan dan menyejahterakan bangsa. Oleh karena itu, hingga saat ini tim riset dan pengembangan produk Nucleus Farma akan terus mengembangkan inovasi produk untuk membantu masyarakat Indonesia mengatasi penyakit degeneratif dan penyakit kronis diantaranya hipertensi, dislipidemia, obesitas, diabetes melitus, jantung koroner, asam urat, kanker, osteoporosis, radang sendi, parkinson, alzheimer dan lainnya. Semoga dengan upaya dan prestasi ini dapat menjadi eksistensi di Indonesia bahwa perusahaan sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi dalam program kesehatan Indonesia.