Bantah Tudingan Menimbun, Pengusaha Ritel Beberkan Soal Kelangkaan Minyak Goreng! Ternyata Ini yang Terjadi...

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Februari 2022 - 13:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membantah tudingan bahwa minyak goreng langka karena ditimbun ritel modern.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey membeberkan penyebab kelangkaan minyak goreng di ritel modern akhir-akhir ini. 

Menurutnya, hal itu disebabkan karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor belum sepenuhnya optimal.

Selain itu, lanjutnya, animo masyarakat membeli minyak goreng murah sangat tinggi, sehingga stok minyak goreng murang yang dijual di ritel modern cepat habis, hanya dalam waktu 1-3 jam setelah dipajang di rak.

"Bagaimana mungkin kita (ritel modern) timbun. Ini tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasarkan purchasing order kepada distributor minyak goreng. Aksi borong masyarakat di gerai-gerai kami juga sangat tinggi, sehingga minyak goreng langsung habis terjual. Jadi darimana stoknya untuk dijual ke masyarakat," ujar Roy, dalam keterangan resminya Jumat (11/2/2022).

Dijelaskan Roy, tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Lantaran, gudang peritel sangat terbatas karena berisikan berbagai macam barang.

Selain itu, model bisnis ritel modern adalah pengecer yang langsung menjual produk ke end user atau konsumen akhir. Sehingga tidak akan mungkin menjual barang-barangnya kepada agen atau pihak lain lagi.

"Kami menyayangkan berita dan sangkaan bahwa ritel modern menghambat penyaluran minyak goreng kepada masyarakat, disaat kami mendukung sepenuhnya dan membantu pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng secara merata, terjangkau dan fair, kepada masyarakat," terang Roy.

Seperti diketahui, stok minyak goreng di rak penyimpanan beberapa ritel-ritel modern masih kosong melompong. Ibu-ibu rumah tangga terus mengeluh tak bisa membeli minyak goreng harga murah di ritel.

Akibatnya, muncul dugaan dari segelintir orang termasuk para ibu rumah tangga yang beranggapan bahwa pihak ritel sendiri yang menimbun minyak goreng sehingga di rak penyimpanan selalu kosong barang.

Sebelumnya anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika juga pernah mengatakan, berdasarkan hasil pengumpulan data informasi dari Ombudsman di 34 provinsi, salah satu penyebab kelangkaan minyak goreng itu karena adanya penimbunan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →