Cita Mineral Investindo Bakal Bangun SGA Tahap II Bernilai US$400 Juta

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 09 Juni 2017 - 17:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) melalui PT Well Harvest Winning Alumina Refinery akan membangun pabrik peleburan dan pemurnian bauksit atau smelter great alumina (SGA) tahap kedua dengan investasi sekitar US$350-400 juta.

“Kami menilai kondisi pasar yang semakin membaik, maka hal itu tidak menutup kemungkinan kami akan membangun pabrik peleburan dan pemurnian bauksit tahap kedua tersebut,” ujar Yusak Pardede, Direktur CITA, kepada pers di Jakarta, Jumat (09/06/2017).

Yusak mengemukakan, jika pabrik peleburan tahap kedua tersebut nantinya beroperasi, maka konsumsi listrik untuk kedua pabrik perseroan diperkiakan mencapai 160 megawatt (MW). Sementara itu, pabrik peleburan tahap pertama CITA mulai memproduksi alumina sejak Agustus 2016. Hingga Maret 2017, perseroan telah mengekspor alumina sebanyak 600.000 ton.

“Penjualan alumina kami pada tahun ini ditargetkan sebanyak 1 juta ton dengan kapasitas produksi sebanyak 2.700 ton per hari,” tukas Yusak.

CITA per Maret 2017 membukukan penjualan Rp130,3 miliar pada triwulan pertama 2017, melonjak 376% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp27,4 miliar. “Lonjakan penjualan perseroan sepanjang tiga bulan pertama 2017 disebabkan oleh dimulainya pengoperasian tambang-tambang bauksit perseroan yang dilaksanakan melalui Well Harvest,” ungkap Yusak.

Sekitar 56% kepemilikan saham di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery dikuasai oleh China Hongqiao Group Limited dari Tiongkok dan sebesar 30% kepemilikan saham dimiliki oleh CITA. Sementara itu, Winning Investment Company Ltd asal Hong Kong dan Shandong Weiqiao Aluminium and Electricity Co Ltd masing-masing memegang 9% dan 5%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →