Ditjen Perbendaharan Dukung Kelancaran Asian Games 2018

Oleh : Candra Mata | Kamis, 08 Juni 2017 - 13:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Palembang - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Selatan mendukung sepenuhnya pembangunan infrastruktur Asian Games 2018 supaya kelancaran pesta olahraga antarnegara Asia itu tidak terkendala.

Pihaknya telah menyalurkan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan dua jembatan layang, kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel Sudarso di Palembang, Kamis (8/6/2017)

Selain itu pembangunan jembatan Musi IV yang dibayai APBN juga terus dievaluasi.

Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut untuk mendukung kelancaran arus kendaraan saat pesta olahraga internasional mendatang.

Apalagi sekarang kondisi arus kendaraan di Kota Palembang mulai macet terutama pada jam sibuk.

Karena itu sebagai penyaluran anggaran dari pemerintah pusat pihaknya terus memantau penggunaannya supaya tepat sasaran, kata dia.

Yang jelas pihaknya mendukung sepenuhnya kelancaran pesta olahraga yang diikuti 45 negara tersebut agar berlangsung sukses, ujar dia.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, sekarang sedang dibangun berbagai proyek besar untuk memperlancar pesta olahraga akbar mendatang.

Pemerintah Provinsi Sumsel membangun jembatan Musi VI yang juga untuk memperlancar arus lalu lintas.

Bahkan, bila ditotal dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan dalam menyukseskan dan memperlancar arus lalu lintas di daerah ini mencapai puluhan triliun rupiah.

Jadi dengan adanya Asian Games maka Sumsel banyak memetik keuntungan yang diantaranya proyek prasarana dan sarana perhubungan, kata dia. (Ant)

 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →