Indopoly Swakarsa Bagi Dividen 2016 Senilai Rp22,55 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 07 Juni 2017 - 16:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemegang saham PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (07/06/2017) ini menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total US$1,698 juta atau setara dengan Rp22,55 miliar (Rp3,5 per saham). Konversi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dipatok sebesar Rp13.427,38 per dolar AS.

“Total dividen yang dibagikan tersebut mencapai sekitar 28,19% dari laba bersih konsolidasi perseroan pada 2016 yang bernilai US$6 juta atau sekitar Rp80,56 miliar,” ujar Henry Halim, Direktu Utama IPOL, dalam acara paparan publik usai RUPST di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (07/06/2017).

Henry mengemukakan, dividen tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham pada 7 Mei 2017. Adapun dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 19 Juni 2017 hingga pukul 16.00 WIB.

Henry juga mengungkapkan, pemegang saham dalam RUPST tersebut juga menyetujui penyisihan dana sebesar US$100.000 yang diambil dari laba bersih 2016 atau sebesar Rp13,43 miliar sebagai dana cadangan.

“Kedepan, dana cadangan itu dapat digunakan perseroan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan jika dibutuhkan,” tukas Henry.

Disamping itu, demikian Henry, sisa laba bersih 2016 bernilai total US$4,22 juta atau sekitar Rp56,72 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained profit).

Pada 2016, penjualan IPOL turun 2,5% menjadi US$195,627 juta dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2015 sebesar US$200,542 juta. Penjualan tersebut dikontribusikan oleh pabrik perseroan yang berada di Indonesia dan di Cina.

Penjualan yang berasal dari pabrik IPOL di Indonesia tumbuh 0,86% menjadi US$119,332 juta pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar US$118,320 juta. Sementara itu, penjualan yang berasal dari pabrik perseroan di Cina susut 7,21% menjadi US$76,295 juta pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp82,222 juta.

Sementara itu, laba bersih IPOL pada 2016 tercatat US$6 juta atau melesat 163,1% dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada 2015 sebesar Rp2,289 juta. “Kami perkirakan laba bersih perseroan tahun ini juga sekitar US$6 juta. Hal itu akan kami upayakan melalui diversifikasi berbagai produk dan efisiensi operasional perusahaan,” papar Henry.

Henry menuturkan, laba perseroan per Maret 2017 tercatat sebesar Rp853.672. Itu baru mencapai sekitar 14,23% dari target setahun penuh tahun ini. “Kendati demikian, kami yakin bahwa target tersebut bakal dicapai bahkan dapat dilampau karena kami kedepan akan terus memproduksi produk-produk flexible packaging film yang inovatif,” pungkas Henry. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →