Menperin-Dubes Afganistan Sepakat Kerja Sama Tiga Sektor Industri

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 07 Juni 2017 - 07:53 WIB

Menperin Airlangga Hartarto dan Dubes Afganistan Roya Rahmani (Foto Ist)
Menperin Airlangga Hartarto dan Dubes Afganistan Roya Rahmani (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Afganistan melirik kerja sama dengan Indonesia di tiga sektor industri, yakni industri tekstil, farmasi dan makanan, karena Afganistan serius untuk meningkatkan hubungan dagang dengan Indonesia serta mengoptimalkan investasi di sektor industri.

"Ada beberapa komoditas yang mereka tertarik untuk segera dibahas. Misalnya tekstil, farmasi, building construction, dan makanan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (6/6/2017)

Airlangga menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Roya Rahmani di Kementerian Perindustrian.

Untuk menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut, Menperin menyatakan delegasi Indonesia perlu datang ke Afganistan untuk melakukan dialog bisnis bilateral.

"Mereka juga telah menyampaikan undangan untuk pemerintah dan pelaku bisnis Indonesia bisa datang ke Kabul," ujarnya.

Secara historis, Afganistan memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia karena merupakan salah satu negara yang mengakui awal kedaulatan Republik Indonesia.

Kedua negara telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun dan berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Sebelumnya, Menperin berharap penguatan hubungan bilateral akan membawa pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.

"Dalam perdagangan antar negara, sejak tahun 2011 sampai 2015, walaupun terjadi fluktuasi, dapat tumbuh 3,83 persen rata-rata per tahun," ungkap Airlangga.

Di tahun 2015, total perdagangan kedua negara mencapai 36,5 juta dolar AS, bahkan pada 2014 mencatat capaian tertinggi sebesar 77 juta dolar AS.

Airlangga pun memberikan apresiasi kepada kalangan pebisnis Afganistan yang telah berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai 12,3 juta dolar AS tahun 2016.

Investasi tersebut, terdistribusi dominan di sektor industri kimia dan farmasi, sedangkan tahun sebelumnya lebih banyak di industri tekstil.

Merujuk data BKPM, nilai investasi Afganistan di Indonesia pada periode 1 Januari 2010 hingga 30 Juni 2016 menempatkan pada peringkat ke-34 daftar investor asing di Indonesia.

Nilai tersebut lebih besar daripada nilai investasi Selandia Baru (peringkat ke-35), Norwegia (peringkat ke-36) atau Arab Saudi (peringkat ke-39) pada periode yang sama.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto menyampaikan, investor Afganistan yang ingin berinvestasi di Indonesia memiliki kesempatan yang sangat baik.

Pasalnya, Pemerintah Indonesia sangat terbuka terhadap masuknya investasi asing, seperti yang dapat dilihat dalam beberapa paket diregulasi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

"Misalnya, kemudahan layanan investasi tiga jam, insentif fasilitas di kawasan logistik berikat, perampingan pengurusan izin di sektor kehutanan, pengurangan pajak bunga deposito, insentif di kawasan industri sesuai zona," paparnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan Amran Sulaiman

Kamis, 18 Oktober 2018 - 11:34 WIB

Membangunkan Potensi Pangan "Raksasa Tidur" di Selatan Indonesia

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memetakan persoalan dengan cepat, data baku lahan dan dukungan sarana produksi benih, pupuk khusus…

Foto Doc Kementan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 11:20 WIB

Pemerintah Respon Aspirasi dan Beri Solusi Peternak Ayam Petelur

INDUSTRY.co.id -

Blitar - Pemerintah merespon aspirasi petani peternak ayam layer (petelur) mandiri yang mengeluhkan perkembangan harga jagung untuk pakan. Direktur…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:44 WIB

Rupiah Hari Ini di Level 15.158-15.132

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.158-15.132. Masih adanya sejumlah sentimen positif, terutama dari dalam negeri cukup membantu…

Kristian Nairn Pemeran 'Hodor' dalam serial permainan HBO, Game of Thrones akan hadir di ICC

Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:20 WIB

Tokoh Tokoh Ternama Budaya Pop Dunia Siap Ramaikan ICC 2018

ReedPop melalui Reed Panorama Exhibitions kembali hadirkan para tokoh dan ikon budaya populer dunia hanya di Indonesia Comic Con 2018. Acara tahunan ini akan digelar pada tanggal 27 28 Oktober…

Seminar pariwisata

Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Bangun Potensi Tour Leader di Era Digital

INDUSTRY.co.id -

Jakarta--Dalam rangka mencetak tour leader profesional, Lembaga Bahasa (LB) LIA Pramuka menggelar seminar dan workshop pariwisata bertema Membangun…